WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Kamis, 06 Agustus 2026

Ketua Komisi II DPRD Sekadau Minta Status HGU PT Cakradaya Sukses Diperjelas

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan.

SEKADAU, Wartacyber.com – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan, meminta PT Cakradaya Sukses (CDS) yang beroperasi di Kecamatan Belitang Hulu segera memperjelas status perizinan lahan yang dikelolanya. Permintaan itu disampaikan menyusul adanya dugaan perusahaan tersebut belum mengantongi Izin Hak Guna Usaha (HGU) yang sah.

Yodi menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka perusahaan harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Jika benar perusahaan tidak memiliki dokumen resmi, maka langkah yang harus diambil adalah mengembalikan lahan kepada masyarakat yang sebelumnya menyerahkan tanah tersebut," ujar Yodi, Senin (3/8/2026).


Menurutnya, pengelolaan lahan harus berlandaskan peraturan perundang-undangan serta memiliki kepastian hukum yang jelas. Ia menilai keberadaan HGU merupakan syarat penting untuk menjamin perlindungan hak-hak masyarakat atas tanah.


"Kami menjaga hak konstituen kami. Jangan sampai masyarakat kehilangan lahannya sementara perusahaan tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengelolanya. Keadilan bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama," tegasnya.


Yodi juga meminta instansi terkait segera melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap dokumen perizinan PT Cakradaya Sukses agar persoalan tersebut tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat di Belitang Hulu.


Sementara itu, perwakilan PT Cakradaya Sukses, Adin, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa perusahaan telah mengajukan permohonan HGU atas nama PT Cakradaya Sukses dan prosesnya masih berlangsung di Kantor Pertanahan Kabupaten Sekadau.


"Kami sebenarnya sudah bermohon HGU atas nama PT Cakradaya Sukses dan saat ini masih dalam proses di Kantah Kabupaten Sekadau. Sejak tahun 2018 kami sudah melakukan proses kadaster di area lahan PT CDS. Hal tersebut dapat dicek di Kantor BPN Kabupaten Sekadau," jelas Adin.


Ia menambahkan, luas lahan yang diajukan untuk HGU mencapai 1.007,20 hektare sesuai GRT. Menurutnya, saat ini masih terdapat beberapa dokumen yang harus dilengkapi dalam proses verifikasi dan validasi.


Adin juga menyebutkan bahwa penjelasan lebih lanjut dapat diperoleh melalui tim Government Relations (Govrel) perusahaan yang menangani persoalan tersebut di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pengajuan HGU PT Cakradaya Sukses disebut masih berlangsung dan belum memperoleh keputusan final dari instansi berwenang. (Tim).

DWP Kaltara Ajak Perkuat Peran Keluarga dan Sekolah Cegah Bullying

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 

TANJUNG SELOR – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam mencegah perundungan _(bullying)_ serta menciptakan ruang yang aman dan ramah bagi anak. 

Ajakan itu disampaikan Ketua DWP Kaltara, Hj. Sipta Meylina Denny Harianto, S.Psi., M.M., saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Provinsi Kaltara berlangsung di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (6/8). 

Sipta mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, para sponsor dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan HAN. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Anak-anak juga sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara," ujarnya. 

Terkait pencegahan bullying, Sipta menegaskan bahwa peran orang tua, guru, teman sebaya, dan lingkungan sekitar sangat penting dalam membentuk karakter anak agar saling menghormati dan menghargai. 

"Anak-anak harus memahami bagaimana menghindari bullying dan belajar saling menghargai agar kasus seperti ini tidak terus berulang," katanya. 

Selain itu, DWP Kaltara menyatakan siap mendukung berbagai program pemerintah dalam pemenuhan hak anak, termasuk kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, serta kegiatan edukasi melalui program DWP Mengajar. 

Menurut Sipta, seluruh anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan berkembang tanpa adanya diskriminasi. 

Di akhir kegiatan, ia berpesan kepada anak-anak Kaltara agar terus semangat belajar dan memanfaatkan teknologi informasi secara bijak. 

"Anak-anak Kaltara memiliki potensi besar untuk bersaing dengan daerah lain. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan terus tingkatkan literasi digital," pungkasnya. (dkisp).

Gubernur Buka Kirab Kebangsaan di Sebatik, Tegaskan Perbatasan Wajah Terdepan Indonesia

Kirab Kebangsaan dan Pembentangan Bendera Merah Putih.

NUNUKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membuka Kirab Kebangsaan dan Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Lapangan Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kamis (6/8). 

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menegaskan komitmen menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak melalui peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERMAS RANA). 

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kaltara, Pemerintah Kabupaten Nunukan, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. 

Ia menilai pemilihan Pulau Sebatik sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis karena kawasan perbatasan merupakan wajah terdepan Indonesia. 

"Pulau Sebatik mengajarkan bahwa perbatasan bukanlah garis pemisah, melainkan beranda depan Indonesia. Dari sinilah semangat kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air terus kita teguhkan," ujarnya. 

Menurut Zainal, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter bukan sekadar seremoni, tetapi simbol tekad bersama untuk menjaga kedaulatan bangsa dan mengisi kemerdekaan melalui karya serta pengabdian. 

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tantangan generasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjaga karakter, akhlak, dan jati diri anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. 

Karena itu, peluncuran GERMAS RANA dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun penyalahgunaan teknologi digital. 

"GERMAS RANA menjadi upaya bersama untuk menghadirkan ruang belajar yang aman sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," katanya. 

Ia menambahkan, sekolah, madrasah dan pondok pesantren memiliki peran penting, bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter, akhlak mulia, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, kementerian dan lembaga, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat agar gerakan tersebut berjalan secara berkelanjutan. 

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pulau Sebatik sebagai simbol keteguhan menjaga kedaulatan NKRI, merawat toleransi, dan melindungi masa depan anak-anak Indonesia. 

"Semoga kegiatan ini semakin memperkokoh semangat kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menjadi ikhtiar bersama mewujudkan lingkungan yang aman dan membahagiakan bagi anak Indonesia," pungkasnya. 

Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E., jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Kaltara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pelajar di Pulau Sebatik. (dkisp).

Wagub Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak untuk Wujudkan Generasi Emas Kaltara

 Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul penerus pembangunan daerah. 

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (6/8). 

Wagub Ingkong hadir didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T. Kegiatan mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045". 

Dalam sambutannya, Wagub Ingkong menegaskan bahwa anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, menyampaikan pendapat dan berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya. 

"Masa depan Kalimantan Utara berada di tangan anak-anak yang hari ini kita didik, lindungi, dan bimbing dengan penuh kasih sayang. Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi dorongan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, harmonis, dan inklusif bagi setiap anak," kata Ingkong. 

Ia menambahkan, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, dunia usaha, media massa, hingga masyarakat. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, perlindungan, maupun tumbuh kembang secara optimal. 

Ingkong juga menegaskan komitmen Pemprov Kaltara dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, sehingga tidak ada anak yang mengalami hambatan kesejahteraan tanpa perhatian dan penanganan. 

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh anak di Kalimantan Utara untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta membangun karakter disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah. 

"Kalian adalah harapan Kalimantan Utara dan calon pemimpin yang akan mewujudkan Indonesia Emas 2045," pesannya. 

Pada kesempatan tersebut, Wagub Ingkong bersama Wakil Ketua TP-PKK Kaltara juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para sponsor dan mitra kerja sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka dalam menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional Ke-42 di Provinsi Kaltara. (dkisp).

Ekonomi Kaltara Terus Bertumbuh, Investasi dan Sektor Listrik Jadi Motor Penggerak


TANJUNG SELOR – Aktivitas ekonomi di Kalimantan Utara (Kaltara) terus bergerak positif sepanjang triwulan II 2026. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, investasi yang terus meningkat dan pertumbuhan pesat sektor kelistrikan menjadi pendorong utama ekonomi daerah tetap berada di jalur pertumbuhan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat ekonomi Kaltara tumbuh 4,96 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) dibandingkan triwulan II 2025, Kamis (6/8). 

Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengatakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp42,47 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp19,79 triliun. 

"Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi," katanya. 

Menurut Mustaqim, sektor Pengadaan Listrik dan Gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan paling tinggi, mencapai 190,26 persen secara tahunan. Dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 20,18 persen. 

Kinerja ekonomi Kaltara juga menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara quarter to quarter, ekonomi tumbuh 2,53 persen, didorong kembali oleh sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang meningkat 182,66 persen, serta investasi yang tumbuh 27,19 persen. 

Secara kumulatif selama semester I 2026, ekonomi Kaltara mencatat pertumbuhan 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas di berbagai sektor ekonomi, terutama sektor kelistrikan dan investasi. 

Meski demikian, kontribusi ekonomi Kaltara terhadap total perekonomian Pulau Kalimantan masih sebesar 8,04 persen, atau yang terkecil dibandingkan provinsi lain di pulau tersebut. Sementara itu, Kalimantan Timur masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 46,70 persen. 

Untuk pertumbuhan ekonomi tahunan antar provinsi di Kalimantan, Kalimantan Barat mencatat laju pertumbuhan tertinggi, yakni 5,87 persen, disusul provinsi lainnya, termasuk Kaltara yang tetap mempertahankan tren pertumbuhan positif. (dkisp).

Rabu, 05 Agustus 2026

Sekprov Instruksikan Perangkat Daerah Fokus pada Program Prioritas

Rakordal Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2026.

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menginstruksikan seluruh perangkat daerah memfokuskan belanja pada program prioritas. 

Arahan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2026 di Ruang Serbaguna Gedung Gabungan Dinas, Rabu (5/8).

Denny menegaskan rakordal bukan sekadar agenda rutin atau pembahasan penyerapan anggaran, tetapi menjadi forum untuk mengevaluasi capaian pembangunan, mengidentifikasi hambatan, dan menyusun langkah percepatan pelaksanaan program.

"Kita berkumpul untuk melihat secara objektif sejauh mana target capaian program kerja, hambatan utama, dan penyelesaiannya di tengah kondisi fiskal daerah saat ini," kata Denny.

Untuk itu, Denny menginstruksikan seluruh perangkat daerah melakukan pengetatan belanja operasional yang tidak menjadi prioritas, termasuk efisiensi perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta belanja barang dan jasa yang tidak berkaitan langsung dengan indikator kinerja utama.

Ia juga meminta anggaran diprioritaskan pada penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, setiap perangkat daerah diwajibkan menerapkan prinsip value for money dengan memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan keluaran dan manfaat yang terukur.

"Hentikan program yang sifatnya hanya mengulang rutinitas dan tanpa memberi nilai tambah bagi publik," ujarnya.

Denny turut meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Inspektorat, dan Biro Administrasi Pembangunan Kaltara memperkuat fungsi pengendalian dan pengawasan.

Seluruh kepala perangkat daerah juga diminta responsif terhadap hasil evaluasi, melakukan mitigasi risiko sejak dini terhadap program yang berpotensi terlambat, serta mulai menjajaki sumber pendanaan di luar APBD melalui pendanaan iklim, CSR, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), maupun dukungan kementerian dan lembaga.

Menutup arahannya, Denny optimistis tantangan fiskal dapat dihadapi melalui penghematan yang disiplin, perencanaan yang tepat, dan pengawasan yang kuat sehingga pembangunan Kaltara tetap berjalan lebih berkualitas dan berdaya saing. (dkisp).

Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada 14 Duta Besar

_Business Matching_ Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026.

MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada 14 duta besar negara sahabat dalam agenda _Business Matching_ Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026 di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8).

Di hadapan para diplomat dan pelaku usaha, Gubernur Zainal memaparkan potensi investasi di sektor energi hijau, infrastruktur, hilirisasi industri, kelautan, manufaktur, hingga agrobisnis yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kaltara.

Gubernur Zainal menjelaskan, Kaltara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Sebagai provinsi yang masih berkembang, Kaltara juga menawarkan peluang investasi dengan tingkat persaingan yang masih rendah.

"Karena Kaltara ini provinsi baru, kompetitornya belum ada di berbagai sektor. Manakala investor masuk duluan dan serius, kami dari pemerintah daerah siap membantu penuh untuk segala urusannya," kata Zainal.

Pada sektor energi, Kaltara menawarkan pembangunan PLTA Mentarang dan PLTA Sungai Kayan dengan kapasitas total 9.000 megawatt untuk mendukung kebutuhan listrik Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).

Sementara di sektor infrastruktur, peluang investasi meliputi pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor dan jalan tol penghubung Tanjung Selor menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di sektor kelautan dan manufaktur, investasi yang ditawarkan mencakup pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Tarakan dan Nunukan, kawasan industri perikanan organik, serta pabrik minyak goreng berkapasitas 11.739 ton per tahun.

Adapun pada sektor agrobisnis, Kaltara mempromosikan pengembangan kakao dan kopi di Malinau, serta komoditas unggulan Garam Gunung Krayan dan Beras Adan organik premium.

Melalui forum _business matching_ tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berharap dapat membangun kemitraan strategis dengan investor global untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (dkisp).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda