WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Selasa, 21 April 2026

Pangdam XII/Tpr Hadiri Syukuran HUT ke-80 Persit KCK

Syukuran HUT Persit.

Kubu Raya – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, Selasa (21/4/2026).


​Peringatan hari jadi organisasi istri prajurit TNI AD kali ini mengusung tema sentral: “80 Tahun Persit Kartika Chandra Kirana Berkarya”. Acara syukuran ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Kodam XII/Tpr serta pengurus Persit KCK PD XII/Tanjungpura.


​Dalam sambutannya, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota Persit KCK PD XII/Tanjungpura. Ia menegaskan bahwa kesetiaan istri dalam mendampingi suami bertugas adalah pilar kekuatan utama prajurit.


​"Dirgahayu Persit. Terima kasih atas pengabdian dan sumbangsihnya terhadap organisasi selama ini, sehingga Persit tetap memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat di wilayah Kodam XII/Tpr," ujar Pangdam.


​Lebih lanjut, Jenderal bintang dua tersebut berharap momentum usia ke-80 ini menjadi ajang refleksi bagi anggota Persit untuk menjalankan peran ganda mereka dengan penuh tanggung jawab. Sebagai istri prajurit, Persit diharapkan mampu memberikan kontribusi positif yang selaras bagi keluarga, organisasi, hingga bangsa dan negara.


​Pangdam juga menitipkan pesan menyentuh agar para anggota Persit tidak lelah dalam memberikan yang terbaik di berbagai lini kehidupan.


​"Teruslah berkarya, teruslah menjadi pendamping terbaik bagi para suami serta pendidik terhebat bagi putra-putri. Jadilah organisasi yang senantiasa menebar manfaat bagi masyarakat di mana pun kita berada," pungkas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito. (Pendam XII/Tpr)

Bejat!!! Ayah Kandung Tega Cabuli Anaknya

Tersangka saat diamankan.

SEKADAU, Polda Kalbar - Kepolisian Resor (Polres) Sekadau mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Seorang pria berinisial RY (42) telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Korban diketahui merupakan anak kandungnya sendiri.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono membenarkan penanganan perkara tersebut. Tersangka RY diamankan oleh tim Satreskrim Polres Sekadau pada Selasa (14/4/2026) malam di lokasi persembunyiannya.

"Benar, jajaran Satreskrim Polres Sekadau telah mengamankan terduga pelaku di Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Penangkapan dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan personel Polsek Kapuas, Polres Sanggau," ujar AKP Triyono dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Kronologi Pengungkapan

Kasus ini mulai menemui titik terang setelah korban melakukan pemeriksaan kesehatan di Poskesdes setempat pada Rabu (8/4). Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul kondisi korban yang dilaporkan tidak mengalami siklus menstruasi selama tiga bulan terakhir. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diketahui tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar 11 hingga 12 minggu.

Pihak tenaga kesehatan segera melakukan langkah persuasif hingga akhirnya korban memberikan keterangan terkait peristiwa yang dialaminya, bahwa dirinya diduga mengalami tindak kekerasan seksual oleh ayah kandungnya sendir. Informasi ini kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan pihak keluarga sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke SPKT Polres Sekadau.

Upaya Pengejaran Tersangka

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Sekadau segera melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap keberadaan tersangka. Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa tersangka berada di area perkebunan wilayah Kabupaten Sanggau.

"Tim menempuh perjalanan menggunakan sarana transportasi air atau speedboat selama kurang lebih satu jam untuk menjangkau lokasi tersangka. RY akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan di sebuah pondok tempatnya beristirahat," jelas AKP Triyono.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya. Polisi juga mendalami dugaan bahwa tindak pidana tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Berdasarkan keterangan awal, tersangka mengakui bahwa perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Adapun peristiwa terakhir terjadi pada Rabu, 8 April 2026, di dalam rumah saat kondisi sedang kosong. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami dalam proses penyidikan dan penanganan perkara," tegasnya.

Perlindungan dan Pendampingan Korban

Lebih lanjut, AKP Triyono menjelaskan bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis korban. Hal ini mengingat pada tahun 2023 korban juga pernah mengalami peristiwa yang sama, melibatkan anggota keluarga lainnya, dan pelaku dalam perkara tersebut saat ini masih menjalani proses hukuman di Rutan Sanggau.

"Korban dipastikan mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta pemulihan trauma secara optimal. Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau untuk mendukung proses tersebut. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tahap penyidikan hingga proses persidangan," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 473 ayat (4) juncto Pasal 473 ayat (9) juncto Pasal 473 ayat (1) atau Pasal 473 ayat (2) huruf b dan/atau Pasal 415 huruf b atau Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia tentang Penyesuaian Pidana.

AKP Triyono mengungkapkan, sejak Januari hingga April 2026, Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau telah menangani 7 (Tujuh)  kasus pencabulan dan kekerasan seksual, dengan mayoritas korban merupakan anak di bawah umur. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan lingkungan, terutama terhadap kasus yang melibatkan orang terdekat maupun relasi yang dibangun melalui media sosial.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Senin, 20 April 2026

Flobamora NTT Ramaikan Pawai Budaya Naik Dango Ke-3

Pawai Budaya.

Pontianak – Perhelatan Display Budaya Naik Dango ke-3 yang digelar oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak berlangsung meriah dan penuh warna, Senin (20/4/2026).

 Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menempuh rute sepanjang 7 kilometer dengan titik start di Rumah Betang Sutoyo dan finis di Rumah Radakng Pontianak.


Ribuan peserta dari DAD 6 Kecamatan se Kota Pontoanak turut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut. Mereka menampilkan ragam seni tradisional, busana adat, hingga pertunjukan tarian daerah dan kendaraan hias yang memperkaya khazanah budaya Kota Pontianak.



Salah satu peserta yang ikut memeriahkan kegiatan ini adalah Pemuda Flobamora NTT Kota Pontianak. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya semangat persatuan lintas etnis dalam momentum budaya tahunan tersebut.


Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana, menilai kegiatan Display Budaya Naik Dango memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Ia menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara toleransi antar suku di Kota Pontianak.


“Untuk itulah pemuda Flobamora ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat melaksanakan Naik Dango ke-3 tahun 2026, semoga acara berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.




Sementara itu, Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan komunitasnya dalam ajang budaya tersebut.


“Saya mewakili teman-teman Pemuda Flobamora Pontianak sangat senang dan bangga karena tahun ini bisa menjadi bagian dari pelaksanaan display budaya Naik Dango yang ketiga,” katanya.


Ia menjelaskan, kontribusi yang diberikan berupa penampilan tarian serta penggunaan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata dalam memperkaya keberagaman budaya di Kota Pontianak.


“Harapan kami, penampilan budaya seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan ke depan bisa lebih besar lagi. Ini menjadi ruang untuk mengeratkan dan mempersatukan persaudaraan lintas budaya. Kami juga berharap kehadiran kami dapat memberikan warna yang menguatkan nilai-nilai keberagaman di Kota Pontianak,” tambahnya.


Kegiatan Display Budaya Naik Dango ke-3 ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan lintas etnis yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman di Kota Pontianak. (Ms).

Wali Kota Pontianak Resmi Lepas Festival Budaya Dayak

Festival Budaya Dayak.

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak yang digelar di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4). Festival ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 April dan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya yang melibatkan ratusan peserta, termasuk dari mancanegara.

Dalam sambutannya, Edi menegaskan bahwa festival budaya tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian tradisi sekaligus mempererat persatuan antar etnis di Kota Pontianak. Ia menyebut, keikutsertaan kontingen dari seluruh kecamatan hingga partisipasi dari Sarawak, Malaysia, menunjukkan kuatnya harmoni dalam keberagaman.

“Festival ini diikuti oleh kontingen dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak, serta partisipasi dari Sarawak, Malaysia. Ini menunjukkan keberagaman yang harmonis dalam kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak menyampaikan bahwa jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 900 orang, termasuk 84 peserta dari Malaysia. Selama pelaksanaan festival, panitia juga menggelar tujuh cabang perlombaan yang berlangsung hingga 24 April.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan festival ini, mulai dari pameran budaya, stan kuliner khas, hingga hiburan dari artis-artis Dayak yang tampil di panggung utama. Salah satu daya tarik utama adalah penampilan display budaya lintas etnis yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu panggung.

Panitia menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan keberagaman masyarakat di Kota Pontianak. “Display budaya lintas etnis ini menggambarkan kekayaan budaya yang kita miliki bersama,” ujarnya.

Terkait ikon budaya Dayak, yakni Mandau, pihak DAD menegaskan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari seni dan tradisi, bukan semata-mata senjata.

“Mandau itu 100 persen seni budaya. Walaupun bentuknya seperti senjata tajam, nilai utamanya adalah budaya. Untuk kepemilikan atau pembelian harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Pemerintah Kota Pontianak bersama panitia juga telah mengantisipasi berbagai aspek teknis guna menunjang kelancaran kegiatan, terutama dalam hal kebersihan dan pengaturan parkir.

“Kami sudah menyiapkan petugas untuk mengatur kebersihan dan parkir karena berkaitan dengan pengguna jalan. Semua sudah diantisipasi agar kegiatan berjalan lancar,” tambah Edi.

Melalui Festival Budaya Dayak ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian budaya serta menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. (Ms).

IKAT Tanjung Selor Gelar Halalbihalal

Halal Bihalal.

TANJUNG SELOR – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halalbihalal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Tanjung Selor yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan harmoni antarwarga, khususnya keluarga besar IKAT di Bumi Benuanta.

Ia mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan baik sehingga berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

“Halalbihalal tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. IKAT memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan, budaya, serta kebersamaan,” ujar Denny.

Menurut dia, nilai-nilai luhur masyarakat Toraja seperti Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakainge (saling mengingatkan) sangat relevan dengan semangat persatuan.

Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kaltara yang majemuk.

“Momentum ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersamaan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Denny juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk warga IKAT, untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan di Kaltara akan berjalan optimal jika didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, paguyuban, dan masyarakat.

“Saya berharap semangat kebersamaan dan persatuan terus terjaga untuk membangun Kaltara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltara Hj Sipta Meylina Denny, tokoh IKAT dari tingkat provinsi dan kabupaten, serta tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bulungan. (SA).

Minggu, 19 April 2026

Pemprov Kaltara Masuk 64 Instansi Terbaik Pelaporan Sertifikat Elektronik

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tengah upaya percepatan transformasi digital birokrasi. Tanpa catatan kekurangan, Pemprov Kaltara berhasil masuk dalam daftar 64 instansi terbaik dalam pelaporan pemanfaatan sertifikat elektronik, Kamis (16/4).

Capaian ini menempatkan Kaltara sejajar dengan sejumlah provinsi lainnya, seperti Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Pemprov Papua Barat Daya, dan Pemprov Jawa Tengah dalam kategori pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., melalui Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Dewi Martha Silaen, S.Kom., M.AP., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Gubernur Kaltara terhadap penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Menurut Dewi, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen bersama seluruh tim, khususnya di bidang persandian dan keamanan informasi. Proses yang dilalui tidak singkat, dimulai dari pemenuhan kelengkapan dokumen hingga memastikan seluruh aspek pelaporan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Ini bukan hasil instan. Ada proses panjang yang kami jalani bersama tim, mulai dari melengkapi dokumen, melakukan verifikasi, hingga memastikan seluruh pelaporan memenuhi standar yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemprov Kaltara untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Pemanfaatan sertifikat elektronik dinilai sangat penting dalam mendukung keamanan informasi serta keabsahan dokumen di lingkungan pemerintahan.

Dengan raihan ini, Pemprov Kaltara diharapkan dapat terus mempertahankan kinerja positif serta menjadi contoh bagi instansi lain dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang optimal dan terpercaya. (SA).

ASN Malinau Terima SK 100 Persen dan Purna Tugas

Penyerahan SK

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangkaian Apel Korpri di lingkungan Pemkab Malinau. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 39 ASN menerima SK pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen, sementara 20 ASN lainnya menerima SK purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka (17/04/2026).

‎Dalam amanatnya,  Bupati Malinau Wempi W. Mawa. S.E., M. H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang hadir serta menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎“Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk terus berkarya dan melayani masyarakat. ASN harus bekerja dengan integritas, profesionalisme, serta mampu meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan tugas di mana pun dipercayakan,” ujarnya.

‎Kepada ASN yang baru saja menerima SK 100 persen, disampaikan ucapan selamat atas keberhasilan melewati seluruh proses seleksi hingga resmi menjadi PNS. Diharapkan kehadiran mereka dapat memperkuat jajaran ASN di Kabupaten Malinau dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

‎Selain itu, ASN juga diingatkan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi kemajuan teknologi yang semakin pesat. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara bijak.

‎“Jika ingin menjadi ASN yang unggul dan terdepan, maka kita harus memahami dan memanfaatkan teknologi secara maksimal, tanpa meninggalkan aturan dan tanggung jawab yang menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.

‎Sementara itu, kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas, Pemerintah Kabupaten Malinau menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.

‎“Bapak dan Ibu adalah para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah ini. Meski telah purna tugas, kami berharap tetap dapat memberikan nasihat, motivasi, serta menjadi teladan bagi ASN yang masih aktif,” disampaikan dalam sambutan tersebut.

‎Para ASN purna tugas juga diharapkan tetap menjaga semangat, kesehatan, serta terus berkontribusi di tengah masyarakat melalui pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki. Masa purna tugas dinilai sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga serta tetap aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

‎Apel Korpri ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas ASN di Kabupaten Malinau, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan ke depan demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik. (SA)

Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda