WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Kamis, 16 Juli 2026

Wabup Jakaria Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah Perbatasan

Penyaluran Bansos Kepada Masyarakat.

Malinau – Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., menghadiri acara pelepasan dan pemberian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat wilayah perbatasan RI–Malaysia di Kabupaten Malinau dalam rangka Pembinaan Masyarakat Perbatasan Wilayah Nasional (Binkattaswilnas) yang diselenggarakan oleh Staf Teritorial TNI. Kegiatan berlangsung di Makodam 0910/Malinau, Kamis (16/7/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas kepedulian terhadap masyarakat perbatasan. Ia menegaskan bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dijaga tidak hanya melalui aspek pertahanan, tetapi juga dengan menghadirkan kesejahteraan, pelayanan publik, dan pembangunan yang merata.

Jakaria menilai program Binkattaswilnas memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kawasan perbatasan yang tangguh. Menurutnya, bantuan sosial yang diberikan menjadi bukti nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar.

Pemerintah Kabupaten Malinau, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan hingga ke desa-desa, pedalaman, dan kawasan perbatasan agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan berkelanjutan.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan sinergi dalam menjaga wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia, sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan. (Prokompim).

Pemkab Malinau Apresiasi IV Tahun Sekolah Enuma Indonesia

Program Sekolah Enuma Indonesia.

Malinau, Wartacyber.com - Bupati Malinau, Wempi W.Mawa, S.E., M.H yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Malinau, Drs. Agustinus, M.AP menghadiri sekaligus secara resmi menutup Program Sekolah Enuma Indonesia yang telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun di wilayah Kabupaten Malinau, bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Kecamatan Malinau Barat, Rabu, (15/07/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Agustinus menyampaikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada Yayasan Litara yang sejak Juli 2022 telah mengimplementasikan Program Sekolah Enuma Indonesia di beberapa Taman Baca Masyarakat (TBM) yang ada di Kabupaten Malinau.

Selama empat tahun pelaksanaan program sekolah Enuma Indonesia, berbagai proses pembelajaran telah berlangsung, banyak anak mendapatkan pendampingan serta berbagai pengalaman dan pengetahuan berhasil ditanamkan kepada generasi muda Malinau.

Program Sekolah Enuma Indonesia telah menghadirkan pendekatan pembelajaran yang inovatif bagi taman baca masyarakat di Kabupaten Malinau, melalui pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan metode permainan dan hal itu dinilai lebih efektif menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak usia dini dan sekolah dasar.

"Anak-anak kita yang hari ini belajar membaca, berhitung dan mengenal teknologi adalah generasi yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah ini. Tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh kesempatan untuk bertumbuh," ungkap Agustinus.

Agustinus juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut, termasuk Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM), Program INOVASI, PT Mitrabara Adiperdana, pemerintah desa, para pendidik, fasilitator serta para pegiat literasi.

Pemerintah Kabupaten Malinau terus komitmen untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Sekalipun ada keterbatasan, itu tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Malinau untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Prokompim).

Pemkab Malinau Perkuat Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi Kepala Sekolah Angkatan IV.

Malinau, Wartacyber.com – Plh. Sekretaris Daerah Malinau Drs. Agustinus, M.Ap menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi Kepala Sekolah Angkatan IV yang diselenggarakan di Bandiklat Malinau, Kamis (16/07/26) pagi. 

Pemkab Malinau berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di daerah terpencil dan perbatasan dengan fokus pada literasi, digitalisasi, dan SDM unggul.

Dalam pertemuan dengan kepala sekolah, Plh. Sekda menyebut program Wajib Belajar dan Desa Sarjana sebagai "best practice" nasional. Meski wilayahnya 52% dari Kaltara, Malinau mampu membiayai pendidikan.

Untuk mengatasi ketimpangan akses, Pemkab Malinau lewat Smart Government bersama Diskominfo mendorong internet di sekolah, puskesmas, dan kantor desa. Aplikasi layanan juga disiapkan agar warga tak perlu ke kota.

Agustinus menekankan pentingnya peran guru dan literasi dasar. Ia juga mendorong lulusan Desa Sarjana pulang ke desa minimal 2 tahun untuk menerapkan ilmu dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mengejar jadi ASN.

Pemkab optimis, dengan sinergi kebijakan, teknologi, dan guru, Malinau bisa mencetak generasi berdaya saing dari daerah 3T. (Prokompim).

Gubernur Kaltara Hadiri Raker APPSI 2026 Bahas Strategi Daerah

Raker APPSI.

Lombok, Wartacyber.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 yang resmi dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7). 

Raker yang mengusung tema "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah" ini diikuti 28 gubernur dan wakil gubernur dari seluruh Indonesia.  

Gubernur Zainal hadir didampingi Kepala Bapenda, Kepala Disperindagkop dan UKM, Kepala Dinas PUPR Perkim, Kepala Disdukcapil, Kepala Biro Adpim serta Plt. Kepala Biro Hukum di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. 

Kegiatan diawali dengan sambutan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal selaku tuan rumah dan Ketua APPSI Rudi Mas'ud yang juga Gubernur Kalimantan Timur. Keduanya menegaskan pentingnya forum APPSI sebagai ruang berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. 

Dalam arahannya, Wamendagri, Bima Arya menyampaikan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, penyesuaian kebijakan nasional, pelaksanaan visi dan misi kepala daerah, perkembangan media digital, hingga persoalan hukum. 

"Suasana kebatinan seorang kepala daerah memang tidak mudah. Tekanan datang dari berbagai arah, sehingga dibutuhkan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kebersamaan," kata Bima Arya. 

Ia mendorong agar APPSI tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran melalui pertukaran pengalaman antar kepala daerah. 

Bima Arya juga menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian agar seluruh kepala daerah terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengelolaan anggaran yang efektif, penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Balai Layanan Umum Daerah (BLUD), optimalisasi aset daerah, pengembangan kemitraan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. 

Selain itu, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah diminta terus memperkuat koordinasi dengan bupati, wali kota, dan seluruh perangkat daerah guna menjaga keselarasan pelaksanaan program pembangunan. 

Terkait maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah, Bima Arya mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas. Ia juga menekankan agar hubungan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus dibangun secara konstruktif dan sesuai ketentuan hukum. 

Di akhir arahannya, Bima Arya meminta seluruh gubernur dan wakil gubernur memberikan perhatian terhadap penyelesaian batas wilayah antardaerah. Kementerian Dalam Negeri, lanjutnya, siap memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi yang intensif. 

Rangkaian Raker APPSI Tahun 2026 berlangsung pada 15–17 Juli 2026 di Senggigi, Lombok, NTB. Sehari sebelumnya, seluruh peserta mengikuti malam ramah tamah yang diselenggarakan Pemprov NTB. (dkisp).

Sekprov Kaltara Ajak Apindo Perkuat Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pelantikan Pengurus Apindo.
Tarakan, Wartacyber.com  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah guna menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. 

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Kaltara Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Graha Angkasa, Terminal Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kamis (16/7). 

Membacakan sambutan tertulis Gubernur Kaltara, Sekprov Denny mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah. 

Sekprov Denny mengatakan, kepengurusan Apindo bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Di tengah tantangan perekonomian global, seperti ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, dan pesatnya perkembangan teknologi, Denny menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi semakin penting. 

"Sinergi inilah yang menjadi kunci agar Kalimantan Utara mampu terus tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang kuat," kata Denny. 

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki potensi besar sebagai wilayah perbatasan sekaligus Kawasan Strategis Nasional, mulai dari sektor hilirisasi industri, energi baru terbarukan, perikanan, pertanian, hingga pariwisata. 

Arah pembangunan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan hasil Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 yang menitikberatkan pada investasi berkelanjutan dan pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah. 

Karena itu, Denny berharap Apindo dapat terus menjadi jembatan antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, hubungan industrial yang harmonis, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi. 

Pemprov Kaltara, katanya, berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, meningkatkan infrastruktur dan menghadirkan kepastian hukum guna memberikan rasa aman bagi para investor. 

Menutup sambutannya, Denny optimistis kepengurusan Apindo Kaltara periode 2026–2031 mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan dunia usaha. 

"Mari kita satukan langkah, memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Kalimantan Utara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan," pungkasnya. (dkisp).

FGD Peran Pemerintah Kabupaten dalam Perlindungan Masyarakat Adat

FGD.

Sekadau Kalbar, Wartacyber.com - Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, Menghadiri FGD (Focus Group Discussion) Peran Pemerintah Kabupaten dalam Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat di Kabupaten Sekadau, Kegiatan ini berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Sekadau. Kamis, (16/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio mengatakan, Kabupaten Sekadau ini memiliki kekayaan yang luar biasa, seperti kekayaan budaya dan kekayaan hak alam, tetapi kekayaan yang dimiliki ini belum sepenuhnya bisa diangkat untuk menjadi magnet pertumbuhan ekonomi. 

"Daerah kita memiliki aset yang besar meskipun ruang yang tersedia relatif kecil. Namun, kondisi ini perlu kita jadikan sebagai magnet bagi Kabupaten Sekadau untuk terus berkembang. Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada sebagai kekuatan dalam mendorong pembangunan," Kata Subandrio.

Saat ini, pembangunan di Kabupaten Sekadau masih terkonsentrasi pada sektor perkebunan kelapa sawit. Luas perkebunan sawit masyarakat mencapai kurang lebih 53.000 hektare, yang terdiri atas sekitar 42.000 hektare sawit mandiri dan sekitar 13.000 hektare sawit plasma.

"Melalui kesempatan ini sudah saatnya kita kembali memikirkan kelestarian alam serta hak-hak masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi dan kita juga patut mengucapkan rasa syukur karena hingga saat ini masih banyak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk menjaga hutan di sekitar mereka agar tetap lestari sebagai kawasan hutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat." Pungkasnya. (Nv).

Rabu, 15 Juli 2026

PGD Sekadau Siap Digelar 21-25 Juli, Sub Suku Benawas Jadi Tuan Rumah

Konferensi Pers.

Sekadau, Wartacyber.com - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau menggelar konferensi pers menjelang pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, bertempat di Lupung Coffee, Rabu (15/7/2026).


Pada Kesempatan tersebut, Ketua DAD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, mengatakan Pekan Gawai Dayak XV akan digelar pada 21–25 Juli 2026. 


"Kami mengajak seluruh masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Sekadau dan Provinsi Kalimantan Barat, untuk bersama-sama meramaikan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak XV, Bernadus Mohtar, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah berjalan dengan baik dan panitia siap melaksanakan Pekan Gawai Dayak.


Pada 20 Juli 2026 akan dilaksanakan seminar Gawai Dayak, rapat koordinasi panitia, serta peninjauan kesiapan pelaksanaan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


"Pada tanggal 21 Juli nanti, pembukaan akan diawali dengan penampilan display budaya sebagai bagian dari rangkaian seremoni pembukaan," kata Bernadus.


Ia menjelaskan, di Kabupaten Sekadau, terdapat 13 kampung Sub Suku Dayak Benawas yang tersebar di Kecamatan Sekadau Hulu dan Kecamatan Sekadau Hilir, tahun ini, Sub Suku Dayak Benawas mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Gawai.


"Berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya akan digelar untuk memeriahkan Pekan Gawai Dayak XV. Di antaranya lomba pop singer, tari kreasi, fashion show anak, pemilihan Bujang Dara, lomba melukis perisai, lomba ketapel, lomba menyumpit, serta lomba pangkak gasing," kata Mohtar 


"Peserta kegiatan merupakan utusan Dewan Adat Dayak dari setiap kecamatan serta perwakilan paguyuban yang ada di Kabupaten Sekadau," tambahnya.


Adapun tema Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 adalah "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berbudaya dan Berkelanjutan".


"Melalui tema ini  kami berharap Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Dayak sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan keberlanjutan," tutupnya.(Nv).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda