WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Kamis, 05 November 2026

 

Aksi Timbang Serentak di Posyandu Teratai. (Foto: Prokompim).

Malinau – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Menurutnya, tanggung jawab menjaga kesehatan anak bukan hanya berada pada ibu, tetapi juga ayah, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.


Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Aksi Timbang Serentak di Posyandu Teratai, Desa Salap, Selasa (3/11/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, kader PKK, kader Posyandu, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, Aksi Timbang Serentak dilaksanakan secara bersamaan di 133 Posyandu yang ada di desa, Kabupaten Malinau.


Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak dapat dipantau dengan baik.


“Kita harapkan gerakan ini terus konsisten dilakukan dan menyasar seluruh anak di Kabupaten Malinau. Ini merupakan gerakan bersama, sehingga dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.


Selain pentingnya pemantauan kesehatan, Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di Kabupaten Malinau sebagai sumber pemenuhan gizi keluarga.


Menurutnya, Malinau memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan. Berbagai bahan pangan seperti ikan, daging, serta sayur-mayur mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.


“Kalau berbicara soal gizi, kekuatan kita di daerah pedalaman dan perbatasan adalah sumber daya alam yang luar biasa. Ikan, daging, dan sayur-mayur tersedia. Ini yang perlu kita dorong, bagaimana masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Melalui kegiatan Aksi Timbang Serentak dan pemanfaatan pangan lokal, Bupati berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi keluarga semakin meningkat.


Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan tumbuh kembang anak di Kabupaten Malinau dapat terpantau dengan baik sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

 

Adv prokopim malinau

DBD dan Chikungunya Mengintai, Dinkes Sekadau Ajak Warga Gencarkan 3M Plus

 

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius. (Foto:ist).

SEKADAU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau mengajak masyarakat menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.


Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, mengatakan upaya pencegahan perlu ditingkatkan, terutama saat memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit.


Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.


“Kita melakukan 3M Plus. Kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk,” kata Henry. Kamis (5/11/2026).


Dinkes Sekadau mencatat terdapat 23 pasien yang dirawat akibat DBD sepanjang Maret-Oktober 2026. Sebagian besar pasien merupakan anak-anak.


Ia menjelaskan, selain DBD, masyarakat juga perlu mewaspadai chikungunya yang penularannya juga melalui gigitan nyamuk. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara rutin, baik di lingkungan rumah maupun tempat umum.


Henry menyebutkan, Dinkes PP dan KB Sekadau juga telah menyiapkan bubuk abate yang dapat diperoleh masyarakat melalui puskesmas untuk membantu mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk di tempat penampungan air.


“Di puskesmas ada abate. Masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai salah satu upaya pencegahan. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk harus terus dilakukan,” tuturnya. (Tim).

Rabu, 04 November 2026

PU Fraksi DPRD Terhadap Nota Pengantar RAPBD

Rapat Paripurna DPRD.(Foto:ist).

Sekadau, wartacyber.com – Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sekadau menyampaikan Pemandangan Umum (PU) terhadap Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Kantor DPRD Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (4/11/2026).


Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Mohammad Isa, Ketua DPRD Sekadau Hermanto beserta anggota DPRD, Plh Sekretaris DPRD Handayani, serta kepala SKPD dan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau.


Salah satu fraksi yang menyampaikan pandangan kritis adalah Fraksi PDI Perjuangan. Melalui Sekretaris Fraksi, Selpanus Usel, fraksi tersebut menilai postur APBD Sekadau 2027 masih menghadapi persoalan serius, terutama terkait keberpihakan anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.


Usel menyebut, APBD 2027 berpotensi lebih banyak terserap untuk membiayai rutinitas birokrasi dibandingkan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di desa-desa.


Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kondisi kawasan pasar sayur lokal yang aktivitas pedagangnya telah meluas hingga menggunakan badan jalan umum. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan, mengganggu mobilitas masyarakat, serta mengurangi ketertiban dan keindahan kawasan.


Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara konkret untuk penataan pasar, relokasi pedagang kaki lima (PKL), penertiban zonasi, serta optimalisasi kapasitas los pasar yang tersedia.


Selain persoalan pasar, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti ketergantungan Kabupaten Sekadau terhadap dana transfer pemerintah pusat.


Berdasarkan postur pendapatan dalam RAPBD 2027, pendapatan transfer tercatat sebesar Rp696,32 miliar atau sekitar 84,92 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp112,60 miliar atau 13,73 persen dari total pendapatan daerah.


Menurut Usel, pemerintah daerah perlu memiliki peta jalan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan potensial.


"Eksekutif tidak boleh lagi menggunakan metode proyeksi pasif, melainkan harus proaktif memetakan potensi yang ada, baik sektor niaga maupun perkebunan korporasi besar yang selama ini belum tergali maksimal," kata Usel.


Ia menilai inventarisasi dan pemutakhiran data potensi PAD perlu dilakukan secara komprehensif agar kebocoran pendapatan daerah dapat dicegah dan keberlanjutan program pelayanan masyarakat tetap terjaga.


Dalam bidang infrastruktur, Fraksi PDI Perjuangan secara khusus meminta pemerintah memperhatikan kondisi jalan dari KM 23 Dusun Emperarak, Desa Nanga Pemubuh, menuju Desa Tapang Perodah sepanjang kurang lebih lima kilometer.


Menurut Usel, kondisi jalan tersebut masih berlumpur ketika musim hujan sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat. Perbaikan akses jalan dinilai penting untuk mendukung perekonomian desa, memperlancar akses pendidikan, serta memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan di puskesmas.


Fraksi PDI Perjuangan juga mempertanyakan keterbukaan rincian belanja pegawai dalam dokumen RAPBD 2027. Dari total belanja pegawai sebesar Rp434,49 miliar, menurut mereka, diperlukan penjelasan lebih terperinci mengenai alokasi anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada masing-masing perangkat daerah.


Usel menilai transparansi tersebut diperlukan untuk mengetahui ruang fiskal yang tersedia, termasuk peluang mengoptimalkan anggaran pembangunan infrastruktur setelah memperhitungkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.


Sorotan lainnya berkaitan dengan rencana penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp5,5 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar.


Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan prioritas kebijakan tersebut di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah dan masih banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan.


"Mengapa di saat jalan-jalan produksi di desa-desa terisolir terancam tidak diperbaiki akibat efisiensi, eksekutif justru mendahulukan investasi perbankan. Investasi ini memang menghasilkan dividen, namun sifatnya jangka panjang, sedangkan krisis kelayakan infrastruktur dasar di desa-desa saat ini membutuhkan penanganan yang mendesak," tambahnya.


Atas pertimbangan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan agar penyertaan modal sebesar Rp5,5 miliar tersebut dirasionalisasi atau ditunda. Anggarannya diharapkan dapat dialihkan untuk memperkuat belanja pelayanan dasar masyarakat desa yang terdampak penurunan transfer pusat.


Sementara itu, Bupati Sekadau Aron dalam penyampaian Nota Pengantar RAPBD 2027 sebelumnya menjelaskan bahwa tahun anggaran 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sekadau 2025–2029 dengan visi Sekadau yang Unggul, Sejahtera dan Bermartabat.


Aron menyampaikan, APBD Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2027 diperkirakan sebesar Rp819,99 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan APBD 2026 yang disebutkan sebesar Rp839,14 miliar.


Adapun PAD ditargetkan sebesar Rp112,60 miliar atau 13,73 persen dari total pendapatan daerah.


"Alokasi anggaran APBD tidak lagi dibagi secara rata berdasarkan pertimbangan pemerataan antar-perangkat daerah atau sekadar mengacu pada alokasi tahun sebelumnya, tetapi penganggaran yang fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Aron.


Pemandangan umum fraksi-fraksi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pembahasan RAPBD 2027 antara DPRD dan pemerintah daerah sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah. (Tim).

Selasa, 03 November 2026

DPKP Sekadau Edukasi Warga Sungai Ringin Cara Cegah Kebakaran

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Masyarakat.


SEKADAU - Masyarakat Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, dibekali pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran. Edukasi ini diberikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di lingkungan rumah tangga.


Kegiatan tersebut dikemas melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Masyarakat yang digelar Dinas Pemadam dan Penyelamatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau di Gedung KDMP, Desa Sungai Ringin, Selasa, 3 November 2026.


Sekretaris Desa Sungai Ringin, Akhmal Setiadi Musran, yang hadir mewakili kepala desa, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini penting agar masyarakat memiliki pemahaman mengenai langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.


"Kami dari Pemerintah Desa Sungai Ringin sangat mengapresiasi sosialisasi yang diberikan Dinas Pemadam dan Penyelamatan Pemda Sekadau," ujar Akhmal.


Dalam kegiatan itu, warga diberikan pemahaman mengenai sejumlah penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga. Di antaranya korsleting listrik, kebocoran tabung gas, penggunaan kompor yang tidak aman hingga kelalaian manusia.


Selain mengenali sumber bahaya, peserta juga mendapatkan materi mengenai tindakan awal yang perlu dilakukan ketika kebakaran terjadi. Salah satunya adalah penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai dengan jenis kebakaran.


Materi sosialisasi turut membahas mitigasi dan prosedur evakuasi saat kondisi darurat. Masyarakat diajak mengenali jalur penyelamatan, menentukan titik kumpul, serta memahami cara menyelamatkan diri ketika lingkungan dipenuhi asap tebal.


Akhmal juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara masyarakat dengan petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, laporan yang disampaikan dengan cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api semakin membesar.


"Edukasi ini sangat bermanfaat sekali. Mudah-mudahan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko kebakaran dan dampaknya dapat ditekan," tukasnya. (Tim).

Minggu, 01 November 2026

Keluarga Pelapor Cabut Laporan Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di Sekadau


Konferensi Pers. (Foto:ist).


Sekadau, wartacyber.com – Keluarga pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, resmi mengajukan pencabutan laporan polisi terhadap seorang pria berinisial AH (50) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.


Pencabutan laporan tersebut tertuang dalam surat terkait Laporan Polisi Nomor LP/B54/VII/2026/SPKT/POLRES SEKADAU/POLDA KALBAR tanggal 3 Agustus 2026 di Polres Sekadau.


Keputusan tersebut dilakukan setelah pihak keluarga dan pihak tersangka mencapai kesepakatan perdamaian pada 16 Agustus 2026. Dalam dokumen tersebut, keluarga pelapor juga menyatakan telah memberikan pemaafan kepada pihak yang bersangkutan.


Kuasa hukum dari Lawyer Muda Kalbar, Rusliyadi, mengatakan pihaknya telah resmi mendampingi keluarga dalam proses pencabutan laporan tersebut.


"Hari ini kami resmi mendampingi keluarga untuk melakukan pencabutan laporan polisi yang sudah bergulir beberapa bulan terakhir," ujar Rusliyadi kepada Awak Media Minggu (1/11/2026).


Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, awalnya mereka mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak. Namun, keluarga mengaku mengalami kebingungan setelah mendapat penjelasan bahwa rekam medis tidak dapat diberikan secara langsung dan harus diminta melalui kepolisian.


Menurut Rusliyadi, kondisi tersebut kemudian membuat keluarga mengambil langkah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.


Ia menambahkan, keputusan pencabutan laporan telah melalui pembahasan bersama keluarga dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak, terutama agar dapat kembali fokus menjalani pendidikan dan memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.


"Kami tidak ingin anak yang sedang bertumbuh justru terbebani oleh konflik orang dewasa. Kepentingan terbaik anak harus menjadi perhatian utama," katanya.


Rusliyadi juga berharap anak dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang serta memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar.


Meski telah ada kesepakatan perdamaian dan pencabutan laporan, perkembangan serta kelanjutan penanganan perkara tetap perlu mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.


Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Sekadau mengenai status penanganan perkara setelah adanya pencabutan laporan tersebut. (Tim).


Golkar Sekadau Gelar Musda VI, Fokus Perkuat Kebersamaan dan Konsolidasi

Musda Partai Golkar. (Foto:ist).


Sekadau, Wartacyber.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sekadau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI di Aula Penanjung Island, Kabupaten Sekadau, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Partai Golkar untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta melakukan konsolidasi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan dan perkembangan partai ke depan.

Ketua Panitia Pelaksana, Zainal, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap Musda VI dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh kader Golkar di Kabupaten Sekadau.

"Saya berharap Musda VI ini dapat menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi kita serta memperkuat kebersamaan keluarga besar Partai Golkar di Kabupaten Sekadau," ujar Zainal.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Sekadau, Fransiskus Ason, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menghadiri pelaksanaan Musda tersebut.

Ia berharap Musda VI dapat melahirkan semangat persatuan serta membawa kemajuan bagi Partai Golkar di Kabupaten Sekadau.

Mewakili Bupati Sekadau, Hermansyah menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda VI Partai Golkar. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan demokratis serta menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, Musda merupakan momentum penting bagi sebuah organisasi untuk mengevaluasi perjalanan dan perkembangan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat konsolidasi internal.

Pemerintah daerah juga berharap Partai Golkar terus mengutamakan kepentingan bersama. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai pemimpin diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sekadau.

"Terima kasih juga kepada Partai Golkar yang selama ini telah bergandeng tangan dan memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Sekadau," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Ichfany, mengatakan kehadirannya bersama jajaran kader merupakan bentuk perhatian terhadap perkembangan Partai Golkar di Kabupaten Sekadau.

Ia menegaskan bahwa Musda VI tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum untuk merealisasikan komitmen bersama dalam membesarkan partai.

Menurutnya, berbagai komitmen yang disampaikan dalam Musda harus diwujudkan melalui kerja nyata dan peningkatan kinerja organisasi.

"Saya berharap ke depannya Partai Golkar dapat melakukan peningkatan yang lebih baik. Saya juga berharap Partai Golkar Kabupaten Sekadau bisa semakin solid, memperkuat persatuan antarkader, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," pungkasnya.

Melalui Musda VI ini, diharapkan konsolidasi internal Partai Golkar Kabupaten Sekadau semakin kuat dan mampu mempererat kebersamaan seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Rakorcab 2026, Partai Gerindra Targetkan Satu Komando Menuju Pemilu 2029

Rakorcab Partai Gerindra. (Foto:nv).


Sekadau, Wartacyber.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Tahun 2026 di Aula CU Keling Kumang Sekadau, Minggu (1/11/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi internal partai untuk memperkuat soliditas dan menyatukan langkah seluruh kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan.


Panitia Pelaksana, Mokhtar, mengatakan Rakorcab merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah perjuangan seluruh kader Gerindra.


"Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh kader semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi," ujar Mokhtar.


Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sekadau, Handi, mengatakan bahwa partai Gerindra memiliki sejumlah target politik yang harus dipersiapkan sejak dini, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029.


Menurutnya, setelah Gerindra menjadi partai yang memimpin pemerintahan di tingkat nasional, seluruh kader harus semakin memperkuat kerja organisasi hingga ke tingkat akar rumput.


"Target prioritas kita adalah memperjuangkan agar Bapak Prabowo Subianto dapat melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode. Karena itu, menghadapi pemilu mendatang kita harus siap dan satu komando untuk memenangkan Partai Gerindra," tegas Handi.


Ia menjelaskan, pelaksanaan Rakorcab tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pengurus pusat. Handi juga meminta anggota Fraksi Gerindra untuk memberikan arahan kepada pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) agar seluruh jajaran bergerak dalam satu garis koordinasi.


"Kita berharap pada Pemilu 2029, Gerindra dari Kalbar II dapat menempatkan kadernya di DPR RI," tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, H. Yuliansyah, SE, menegaskan pentingnya kekompakan dan persatuan seluruh kader dalam menjalankan agenda organisasi.


Ia juga menyampaikan bahwa Gerindra akan memperjuangkan kader terbaik untuk mengisi posisi kepemimpinan di Kabupaten Sekadau.


"Kita harus kompak dan bersatu. Kita juga harus mampu mengambil hati masyarakat agar Partai Gerindra semakin dikenal dan dapat memperoleh dukungan dalam pemilu mendatang," ujarnya.


Melalui Rakorcab 2026 ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Sekadau menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik 2029. (Nv).

Jumat, 30 Oktober 2026

PA GMNI Sekadau Resmi Dilantik, Siap Kawal Pembangunan Daerah

 

Seminar Kebangsaan dan Pelantikan GMNI. (Foto:ist).


SEKADAU, wartacyber.com – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Sekadau menggelar Seminar Kebangsaan sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031, bertempat di Aula Kantor Credit Union (CU) Keling Kumang, Jumat (30/10/2026).


Kegiatan ini mengangkat tema “Reaktualisasi Nasionalisme dalam Memperkuat Persatuan, Keadilan Sosial dan Kedaulatan Bangsa di Tengah Pembangunan Daerah, Nasional dan Global”.


Sekitar 70 peserta dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aloysius, anggota Komisi XIII DPR RI Paulus Hadi, Rektor Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Dr. Stefanus Masiun, Sekretaris DPD GMNI Kalimantan Barat Muhamad Darusalam, serta sejumlah tokoh organisasi, akademisi, mahasiswa dan alumni GMNI. Ganjar Pranowo dan Prof. Dr. Arief Hidayat turut mengikuti kegiatan secara virtual.


Ketua Panitia, Jimy Abraham, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum bagi alumni GMNI untuk kembali memperkuat nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.


Ia berharap seminar kebangsaan ini dapat melahirkan pemikiran serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.


Ketua DPRD Kalimantan Barat, Aloysius, mengajak pengurus PA GMNI mengambil peran dalam memperjuangkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Menurutnya, ketimpangan pembangunan, keterbatasan infrastruktur, serta berkurangnya anggaran transfer ke daerah menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian bersama.


Ia menilai organisasi kemasyarakatan dan kalangan intelektual memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar pembangunan benar-benar dirasakan rakyat.


Senada dengan itu, Sekretaris DPD GMNI Kalimantan Barat, Muhamad Darusalam, berharap kepengurusan baru PA GMNI Sekadau dapat memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah.


Ia mengingatkan agar semangat perjuangan GMNI tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan kelompok yang lemah.


Dalam seminar tersebut, Ganjar Pranowo yang mengikuti secara virtual turut menyoroti pengelolaan sumber daya alam dan pelaksanaan otonomi daerah. Ia menilai Kalimantan Barat memiliki potensi kekayaan alam yang besar sehingga harus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat.


Ganjar juga menyinggung pembagian Dana Bagi Hasil (DBH), royalti, dan pajak dari pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, daerah penghasil harus mendapatkan hak dan manfaat yang layak sesuai ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, anggota Komisi XIII DPR RI, Paulus Jadi, menegaskan bahwa nasionalisme harus diwujudkan melalui nilai-nilai Pancasila dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Ia menyoroti masih adanya kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, termasuk wilayah pedesaan dan kawasan perbatasan Kalimantan Barat. Menurutnya, nasionalisme bukan hanya simbol kecintaan terhadap negara, tetapi juga komitmen memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.


Rektor ITKK, Dr. Stefanus Masiun, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak secara otomatis menjadikan suatu bangsa sejahtera. Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas tata kelola pemerintahan serta institusi politik dan ekonomi.


Ia menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesempatan, pelayanan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.


Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno, menyebut GMNI sebagai gambaran semangat persatuan dalam keberagaman. Ia berharap PA GMNI Sekadau dapat menunjukkan eksistensinya melalui program yang bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau, Andriwanto, menegaskan bahwa nasionalisme tidak boleh hanya dimaknai sebagai romantisme sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret.


Ia mengajak seluruh pengurus memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, serta mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sekadau dan Kalimantan Barat.


Pelantikan DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031 dilakukan secara daring oleh Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, melalui pembacaan Surat Keputusan Nomor 08.04/SK/DPP/PA-GMNI/X/2026 tentang pengesahan struktur, komposisi, dan personalia kepengurusan.


Dalam kepengurusan yang baru, Andriwanto, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua, Ahmad Fauzi Shabirin, S.IP. sebagai Sekretaris, dan Fransiska Pela, S.IP. sebagai Bendahara DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031. (Tim).

Kamis, 29 Oktober 2026

APBD Kabupaten Sekadau Menurun, Belanja Daerah 2027 Turun Rp24,51 Miliar

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sekadau. (Foto:nv).


SEKADAU, WARTACYBER.COM – Pemerintah Kabupaten Sekadau mengusulkan anggaran belanja daerah sebesar Rp814,63 miliar dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027. Jumlah tersebut menurun Rp24,51 miliar atau 2,92 persen dibandingkan anggaran belanja daerah tahun 2026 yang mencapai Rp839,14 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sekadau, Aron, saat menghadiri Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan ke-1 dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Raperda tentang APBD Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sekadau, Kamis (29/10/2026).

Dalam penyampaiannya, Aron menjelaskan bahwa Raperda APBD 2027 merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA), serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Menurutnya, penyusunan APBD tahun mendatang harus berpedoman pada prinsip money follows program, yakni pengalokasian anggaran berdasarkan program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Dengan kondisi fiskal yang terbatas, belanja daerah diarahkan pada program-program yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pembangunan di daerah,” ujar Aron.

Ia menegaskan, setiap perangkat daerah harus memastikan anggaran yang direncanakan memiliki keterkaitan jelas dengan target kinerja, keluaran, dan hasil pembangunan. Dengan demikian, penggunaan anggaran diharapkan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Aron juga mengungkapkan bahwa penurunan alokasi transfer ke daerah berpotensi memengaruhi pembangunan dan pelayanan publik. Dampaknya antara lain penundaan atau pengurangan belanja infrastruktur, berkurangnya belanja modal, melambatnya penciptaan lapangan kerja, serta menurunnya daya beli masyarakat.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Sekadau tetap berupaya mengarahkan anggaran untuk mendukung prioritas pembangunan, pelayanan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah dalam Raperda APBD 2027 dianggarkan sebesar Rp131,66 juta yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut direncanakan untuk pengalokasian kembali sisa Dana Bagi Hasil Perkebunan Kelapa Sawit.

Adapun pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp5,5 miliar untuk penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Sekadau pada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat.

Raperda APBD 2027 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Sekadau sebelum ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. (Tim).

Bupati Aron Tegaskan Perusahaan Perkebunan Wajib Tindaklanjuti Temuan Pajak BPK

Rapat koordinasi. (Tim).


SEKADAU, Wartacyber.com – Bupati Sekadau, Aron, S.H., meminta perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Sekadau bersikap kooperatif dalam menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kewajiban pajak daerah.

Hal tersebut disampaikan Aron dalam Rapat Koordinasi dan Klarifikasi Penyelesaian Kewajiban Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Ruang Rapat Wakil Bupati Sekadau, Kamis (29/10/2026).

Aron menegaskan, perusahaan harus serius menyelesaikan kewajiban pajak sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan perundang-undangan.

“Pemerintah daerah memiliki waktu 60 hari untuk menindaklanjuti temuan BPK. Karena itu, kita harus serius menyelesaikannya sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Aron.

Ia menjelaskan, temuan kurang bayar bukan berarti perusahaan sama sekali belum membayar pajak. Namun, terdapat perbedaan perhitungan antara pembayaran sebelumnya dengan hasil pemeriksaan terbaru.

“Kami ingin seluruh data, baik luas lahan inti maupun plasma, diperjelas agar kewajiban BPHTB dan PBB-P2 dapat ditentukan sesuai aturan,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat tersebut adalah potensi kekurangan pembayaran BPHTB oleh PT Agro Anugerah Lestari. Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, terdapat potensi kekurangan pembayaran sekitar Rp9,2 miliar untuk 14 objek pada 2018. Nilai tersebut masih memerlukan verifikasi dokumen dan klarifikasi lebih lanjut.

Selain BPHTB, pemerintah daerah juga membahas kewajiban PBB-P2 atas lahan plasma, termasuk kejelasan status kepemilikan dan bukti pembayaran pajak.

Untuk mempercepat penyelesaian, Pemkab Sekadau akan menyurati direktur perusahaan terkait serta menjadwalkan pertemuan langsung dengan pimpinan perusahaan di Jakarta mulai 5 November 2026.

Aron menegaskan, pemenuhan kewajiban pajak perusahaan memiliki peran penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Penerimaan pajak daerah sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di Kabupaten Sekadau,” katanya.

Ia berharap seluruh perusahaan dapat bersikap terbuka dan kooperatif dalam proses penyelesaian tersebut.

“Penyelesaian temuan ini harus dilakukan secara jelas dan tuntas agar persoalan serupa tidak terus berulang pada tahun berikutnya,” tutup Aron. (Tim).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda