WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Jumat, 30 Oktober 2026

PA GMNI Sekadau Resmi Dilantik, Siap Kawal Pembangunan Daerah

 

Seminar Kebangsaan dan Pelantikan GMNI. (Foto:ist).


SEKADAU, wartacyber.com – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Sekadau menggelar Seminar Kebangsaan sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031, bertempat di Aula Kantor Credit Union (CU) Keling Kumang, Jumat (30/10/2026).


Kegiatan ini mengangkat tema “Reaktualisasi Nasionalisme dalam Memperkuat Persatuan, Keadilan Sosial dan Kedaulatan Bangsa di Tengah Pembangunan Daerah, Nasional dan Global”.


Sekitar 70 peserta dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aloysius, anggota Komisi XIII DPR RI Paulus Hadi, Rektor Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Dr. Stefanus Masiun, Sekretaris DPD GMNI Kalimantan Barat Muhamad Darusalam, serta sejumlah tokoh organisasi, akademisi, mahasiswa dan alumni GMNI. Ganjar Pranowo dan Prof. Dr. Arief Hidayat turut mengikuti kegiatan secara virtual.


Ketua Panitia, Jimy Abraham, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum bagi alumni GMNI untuk kembali memperkuat nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.


Ia berharap seminar kebangsaan ini dapat melahirkan pemikiran serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.


Ketua DPRD Kalimantan Barat, Aloysius, mengajak pengurus PA GMNI mengambil peran dalam memperjuangkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Menurutnya, ketimpangan pembangunan, keterbatasan infrastruktur, serta berkurangnya anggaran transfer ke daerah menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian bersama.


Ia menilai organisasi kemasyarakatan dan kalangan intelektual memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar pembangunan benar-benar dirasakan rakyat.


Senada dengan itu, Sekretaris DPD GMNI Kalimantan Barat, Muhamad Darusalam, berharap kepengurusan baru PA GMNI Sekadau dapat memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah.


Ia mengingatkan agar semangat perjuangan GMNI tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan kelompok yang lemah.


Dalam seminar tersebut, Ganjar Pranowo yang mengikuti secara virtual turut menyoroti pengelolaan sumber daya alam dan pelaksanaan otonomi daerah. Ia menilai Kalimantan Barat memiliki potensi kekayaan alam yang besar sehingga harus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat.


Ganjar juga menyinggung pembagian Dana Bagi Hasil (DBH), royalti, dan pajak dari pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, daerah penghasil harus mendapatkan hak dan manfaat yang layak sesuai ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, anggota Komisi XIII DPR RI, Paulus Jadi, menegaskan bahwa nasionalisme harus diwujudkan melalui nilai-nilai Pancasila dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Ia menyoroti masih adanya kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, termasuk wilayah pedesaan dan kawasan perbatasan Kalimantan Barat. Menurutnya, nasionalisme bukan hanya simbol kecintaan terhadap negara, tetapi juga komitmen memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.


Rektor ITKK, Dr. Stefanus Masiun, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak secara otomatis menjadikan suatu bangsa sejahtera. Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas tata kelola pemerintahan serta institusi politik dan ekonomi.


Ia menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesempatan, pelayanan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.


Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno, menyebut GMNI sebagai gambaran semangat persatuan dalam keberagaman. Ia berharap PA GMNI Sekadau dapat menunjukkan eksistensinya melalui program yang bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau, Andriwanto, menegaskan bahwa nasionalisme tidak boleh hanya dimaknai sebagai romantisme sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret.


Ia mengajak seluruh pengurus memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, serta mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sekadau dan Kalimantan Barat.


Pelantikan DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031 dilakukan secara daring oleh Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, melalui pembacaan Surat Keputusan Nomor 08.04/SK/DPP/PA-GMNI/X/2026 tentang pengesahan struktur, komposisi, dan personalia kepengurusan.


Dalam kepengurusan yang baru, Andriwanto, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua, Ahmad Fauzi Shabirin, S.IP. sebagai Sekretaris, dan Fransiska Pela, S.IP. sebagai Bendahara DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031. (Tim).

Kamis, 29 Oktober 2026

APBD Kabupaten Sekadau Menurun, Belanja Daerah 2027 Turun Rp24,51 Miliar

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sekadau. (Foto:nv).


SEKADAU, WARTACYBER.COM – Pemerintah Kabupaten Sekadau mengusulkan anggaran belanja daerah sebesar Rp814,63 miliar dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027. Jumlah tersebut menurun Rp24,51 miliar atau 2,92 persen dibandingkan anggaran belanja daerah tahun 2026 yang mencapai Rp839,14 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sekadau, Aron, saat menghadiri Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan ke-1 dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Raperda tentang APBD Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sekadau, Kamis (29/10/2026).

Dalam penyampaiannya, Aron menjelaskan bahwa Raperda APBD 2027 merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA), serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Menurutnya, penyusunan APBD tahun mendatang harus berpedoman pada prinsip money follows program, yakni pengalokasian anggaran berdasarkan program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Dengan kondisi fiskal yang terbatas, belanja daerah diarahkan pada program-program yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pembangunan di daerah,” ujar Aron.

Ia menegaskan, setiap perangkat daerah harus memastikan anggaran yang direncanakan memiliki keterkaitan jelas dengan target kinerja, keluaran, dan hasil pembangunan. Dengan demikian, penggunaan anggaran diharapkan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Aron juga mengungkapkan bahwa penurunan alokasi transfer ke daerah berpotensi memengaruhi pembangunan dan pelayanan publik. Dampaknya antara lain penundaan atau pengurangan belanja infrastruktur, berkurangnya belanja modal, melambatnya penciptaan lapangan kerja, serta menurunnya daya beli masyarakat.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Sekadau tetap berupaya mengarahkan anggaran untuk mendukung prioritas pembangunan, pelayanan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah dalam Raperda APBD 2027 dianggarkan sebesar Rp131,66 juta yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut direncanakan untuk pengalokasian kembali sisa Dana Bagi Hasil Perkebunan Kelapa Sawit.

Adapun pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp5,5 miliar untuk penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Sekadau pada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat.

Raperda APBD 2027 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Sekadau sebelum ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. (Tim).

Senin, 26 Oktober 2026

Operasi Patuh Kapuas 2026 Dimulai, Polres Sekadau Sasar 9 Pelanggaran Lalu Lintas

 

Apel Gelar Pasukan. (Foto:ist).

SEKADAU, Polda Kalbar - Jajaran Polres Sekadau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2026 di halaman apel Polres Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Senin (26/10/2026). 


Pada kesempatan tersebut, AKBP Andhika menyampaikan bahwa Operasi Patuh Kapuas 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.


"Operasi Patuh Kapuas 2026 menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Kami mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, disertai penegakan hukum yang profesional dan berintegritas, dengan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas," ujar Kapolres.


Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar hadir memberikan rasa aman, menjadikan masyarakat sebagai mitra, dan mengutamakan keselamatan jiwa pengguna jalan.


"Operasi Patuh Kapuas 2026 diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta mewujudkan situasi lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan," tutupnya.


Pada kesempatan itu juga, Bupati Sekadau, Aron, mengapresiasi pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Kapuas 2026 yang digelar Polres Sekadau. Menurutnya, operasi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.


“Pemerintah Kabupaten Sekadau mengapresiasi langkah Polres Sekadau dalam melaksanakan Operasi Patuh Kapuas 2026. Kami berharap melalui operasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, bukan hanya untuk menghindari pelanggaran, tetapi juga demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Aron.


Adapun sembilan sasaran prioritas dalam operasi tersebut meliputi:


1. Penggunaan ponsel saat berkendara.

2. Pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.

3. Berboncengan lebih dari satu orang.

4. Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkotika.

5. Melawan arus lalu lintas.

6. Ketidaklengkapan surat-surat kendaraan.

7. Tidak menggunakan helm berstandar SNI dan sabuk pengaman (safety belt).

8. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong.

9. Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan. (Rilis).

Sukses Gelar HUT ke-14 Provinsi Kaltara, Sekprov Apresiasi Kerja Bersama

 

Apel Pagi Rutin.

TANJUNG SELOR - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara.


Apresiasi tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi rutin di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Senin (26/10).


Dalam arahannya kepada peserta apel, Denny menilai rangkaian kegiatan HUT tahun ini terlaksana dengan baik berkat kerja sama, koordinasi, dan dukungan berbagai pihak.


“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian HUT ke-14 Kaltara tahun ini,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta apel.


Ia juga menyampaikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memperingati hari jadi daerah secara sederhana dan khidmat, tanpa mengurangi makna perayaan.


“Di tengah keterbatasan, kita masih bisa merayakan HUT Kaltara ini secara sederhana tanpa mengurangi makna dari hari ulang tahun tersebut,” ungkapnya.


Menurut Denny, keberhasilan pelaksanaan rangkaian HUT ke-14 Kaltara mencerminkan pentingnya kebersamaan, dedikasi, dan gotong royong dalam menyukseskan agenda pemerintah daerah.


Ia berharap apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kaltara untuk menjaga kekompakan, meningkatkan semangat kerja, serta memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


Peringatan HUT ke-14 Provinsi Kaltara juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan demi mewujudkan Kaltara yang semakin maju dan sejahtera. (dkisp).

14 Tahun Kaltara, Saatnya Bertumbuh Bersama dan Memperkuat Persaudaraan

 

Peringatan HUT ke-14 Provinsi Kaltara.

TANJUNG SELOR – Empat belas tahun perjalanan Kalimantan Utara (Kaltara) bukan sekadar tentang bertambahnya usia sebuah provinsi. Di balik pembangunan yang terus berjalan, ada harapan agar masyarakat semakin sejahtera, kehidupan sosial semakin baik dan kebersamaan tetap terjaga. 


Pesan itulah yang disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam momentum peringatan HUT ke-14 Provinsi Kaltara. Di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir di Halaman Kantor Gubernur dan Lapangan Agatis, pada Ahad (25/10) malam, ia mengajak warga menjadikan peringatan ini sebagai waktu untuk bersyukur sekaligus melakukan muhasabah. 


Gubernur Zainal menyampaikan, kemajuan daerah tidak hanya terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, kemajuan juga harus tercermin dari kepedulian antar sesama, semangat gotong royong, dan kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan dalam keberagaman. 


Kaltara sendiri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,09 persen pada semester pertama 2026. Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi perkembangan daerah. Namun, pertumbuhan itu diharapkan tidak berhenti sebagai angka statistik, melainkan benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat. 


"Kita ingin memastikan setiap perputaran hasil bumi dan pertumbuhan ekonomi di Benuanta dirasakan secara merata, membuka peluang usaha, serta lapangan pekerjaan demi kualitas hidup masyarakat yang semakin baik," kata Zainal. 


Ia menyadari bahwa membangun daerah bukan pekerjaan satu pihak. Ada aparatur pemerintah yang menjalankan pelayanan, pelaku usaha yang menggerakkan perekonomian, guru yang mendidik generasi muda, tenaga kesehatan yang melayani masyarakat, serta anak-anak muda yang membawa gagasan dan semangat baru. 


Karena itu, Zainal menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Kaltara selama 14 tahun terakhir. 


Suasana peringatan pun semakin bermakna dengan kehadiran Ustaz Das'ad Latif yang memberikan tausiah. Melalui pesan-pesan keagamaan, masyarakat diajak kembali mengingat pentingnya rasa syukur, menjaga hubungan dengan sesama, dan menempatkan nilai-nilai kebaikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. 


Di tengah masyarakat Kaltara yang beragam suku dan budaya, persaudaraan menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daerah tetap aman dan harmonis. 


Menutup pesannya, Zainal mengajak masyarakat untuk terus saling menghormati, merawat kerukunan dan menjaga keamanan daerah. 


Perjalanan Kaltara ke depan bukan hanya tentang seberapa cepat daerah ini berkembang, tetapi juga tentang bagaimana seluruh masyarakat dapat tumbuh bersama dan merasakan manfaat kemajuan tersebut. (dkisp).

Minggu, 25 Oktober 2026

Peresmian Gereja Santo Mikael Stasi Bokak

 

Peresmian Gereja Stasi Bokak Sebumbun.


Sekadau, Wartacyber.com – Bupati Sekadau, Aron menghadiri Peresmian Gereja Santo Mikael Stasi Bokak, Desa Bukak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (25/10/2026).


Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Mohtar, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut. Ia mengapresiasi dukungan umat, para donatur, masyarakat, serta pemerintah yang telah berkontribusi selama proses pembangunan.


"Semoga Gereja Santo Mikael ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi sarana memperteguh iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kehidupan rohani umat Katolik," kata Mohtar.


Pastor Martinus, CP, mengucapkan selamat kepada umat Stasi Bokak atas peresmian dan pemberkatan gereja. Ia mengapresiasi kerja keras serta perjuangan umat yang telah mewujudkan pembangunan rumah ibadah tersebut.


“Gereja hendaknya tidak hanya menjadi simbol identitas umat Katolik, tetapi juga menjadi rumah kasih yang dipelihara bersama, tempat damai sejahtera dan sukacita mengalir bagi semua orang,” pesannya.


Pada kesempatan itu juga, Bupati Sekadau, Aron, menyampaikan rasa syukur atas peresmian dan pemberkatan gereja yang telah lama dinantikan umat Katolik Stasi Bokak.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sekadau telah memberikan bantuan pembangunan gereja secara bertahap sejak 2021 hingga 2024 dengan total sekitar Rp425 juta.


"Kami mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong umat bersama panitia sehingga pembangunan gereja dapat diselesaikan," Kata Aron.


Menurutnya, peresmian gereja bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk semakin menghidupkan gereja melalui kegiatan keimanan, pelayanan, dan pembinaan umat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia pembangunan dan seluruh umat atas komitmen serta kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan gereja," ucapnya.


"Peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Mikael Stasi Bokak diharapkan menjadi momentum bagi umat untuk semakin memperkuat iman, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan kasih dan kedamaian di tengah masyarakat," tutupnya. (Tim).


HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Sampaikan Capaian dan Tantangan Pembangunan

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara.


TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan. 

Pesan itu disampaikan Gubernur Zainal dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kaltara, Sabtu (24/10). 

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., Gubernur Zainal menyampaikan bahwa tema HUT ke-14 Kaltara tahun 2026, “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, mengandung harapan agar pertumbuhan ekonomi berjalan secara inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Harapan kita, seluruh masyarakat, mulai dari perkotaan hingga desa-desa di pedalaman dan perbatasan, dapat merasakan pertumbuhan ekonomi dan menikmati kesejahteraan,” kata Zainal. 

Ia mengatakan, peringatan HUT Kaltara tahun ini dilaksanakan dengan pendekatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya sebagai bentuk empati, keprihatinan, dan solidaritas terhadap kondisi kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kalimantan. 

Selain menghadapi tantangan lingkungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga dihadapkan pada kebijakan pengurangan transfer ke daerah dan tuntutan efisiensi anggaran. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan. 

“Efisiensi anggaran tidak akan mengurangi semangat kita untuk terus membangun Kaltara,” tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, Zainal memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kaltara pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 4,96 persen. Sementara itu, secara kumulatif pada semester I 2026 dibandingkan semester I 2025, ekonomi Kaltara tumbuh sebesar 5,09 persen. 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Kaltara pada triwulan II 2026 juga tercatat mencapai Rp42,47 triliun. Capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang terus berkembang. 

Di bidang tata kelola keuangan, Kaltara kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesi (RI). Capaian tersebut menjadi yang ke-12 kali secara berturut-turut. 

Zainal juga menyoroti inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara) serta penerapan Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air (PKAA) sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan inovasi dan mengoptimalkan potensi daerah. 

Menurutnya, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kolaborasi antara Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat. 

“Ke depan, saya mengajak kita semua untuk memperkuat kerja sama dan memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. 

Ia berharap peringatan HUT ke-14 Kaltara menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan solidaritas dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. 

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kaltara diharapkan mampu memperkuat fondasi transformasi daerah sebagai Beranda Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan. 

Rapat Paripurna ditutup dengan pemotongan tumpeng dan nasi rasul sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman sekaligus mempererat sinergi antara Pemprov Kaltara dan DPRD Kaltara. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., kepada Gubernur Zainal. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltara menyerahkan tumpeng kepada Sekprov Denny, disertai jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat. (dkisp).

Peringatan HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Tetapkan Tiga Fokus Pembangunan

 

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara Tahun 2026

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pembangunan Kaltara harus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga wilayah pedalaman dan perbatasan. 


Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Ahad (25/10) pagi. 


Peringatan tahun ini mengusung tema _“14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”._ Tema tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan kerja dan peluang usaha hingga peningkatan pendapatan serta pemerataan pembangunan. 


Dalam upacara tersebut, Gubernur Zainal mengenakan pakaian adat khas suku Dayak Abagag. Ia menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pembentuk provinsi, para pendahulu, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kaltara. 


“Terima kasih kepada para tokoh pembentuk provinsi, para pendahulu, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi bagi kemajuan Bumi Benuanta,” kata Zainal. 


Zainal menjelaskan, peringatan HUT ke-14 Kaltara dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kaltara. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 


“Saya mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya. 


Selain mempertimbangkan kondisi lingkungan, pelaksanaan peringatan secara sederhana juga sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Menurut Zainal, penggunaan anggaran harus semakin cermat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 


Program pemerintah perlu memiliki sasaran yang jelas dan hasil yang terukur, terutama dalam mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. 


Dalam kesempatan itu, Zainal menyampaikan tiga prioritas pembangunan yang perlu diperkuat ke depan. 


Pertama, memperkuat ekonomi dan membuka kesempatan kerja. Pemerintah akan terus mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta memperluas pemasaran produk unggulan daerah. 


“Kita ingin pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat melalui lapangan kerja, peluang usaha, dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya. 


Kedua, memeratakan pembangunan dan meningkatkan pelayanan dasar. Pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan akses pendidikan perlu terus ditingkatkan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan. 


Ketiga, memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan bertanggung jawab. Setiap perangkat daerah diminta memastikan program berjalan tepat sasaran, anggaran digunakan secara efisien, dan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat. 


Zainal menegaskan, ketiga prioritas tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh warga Kaltara. 


“Pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dan kerja sama agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya. 


Ia berharap perjalanan 14 tahun Provinsi Kaltara menjadi modal untuk terus berbenah dan memperkuat fondasi pembangunan daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Kaltara sebagai Beranda Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Maju, Makmur, dan berkelanjutan. 


“Selamat Hari Ulang Tahun ke-14 Provinsi Kalimantan Utara. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita untuk melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya. 


Upacara ini turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si.; Ketua TP PKK Kaltara, Rachmawati Zainal, S.H.; Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M.; Kapolda Kaltara; anggota DPR dan DPD RI dari Kaltara; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); bupati dan wali kota se-Kaltara; serta undangan lainnya. 


Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan piagam dan hadiah kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah Kaltara Tahun 2026, piagam Program Pariwara Antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kepada perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, serta dana apresiasi kepada atlet KORMI Kaltara yang berprestasi pada ajang FORNAS VIII NTB 2026. Selain itu, dilakukan penyerahan piagam dan hadiah kepada para juara Lomba Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kaltara Tahun 2026, serta santunan BPJS Kesehatan kepada almarhum Kilan Udau. (dkisp).

Gubernur Dorong Atlet KORMI Kaltara Terus Berprestasi

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.,.


TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengapresiasi prestasi atlet Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para pegiat olahraga untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik. 


Apresiasi itu diwujudkan melalui penyerahan dana kepada atlet KORMI Kaltara yang berprestasi pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII NTB 2026. Penyerahan dilakukan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara di Halaman Kantor Gubernur Kaltara, Ahad (25/10). 


Gubernur Zainal menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan, dan kesungguhan para pegiat olahraga dalam membawa nama Kaltara di ajang nasional. 


Ia berharap dana apresiasi yang diberikan dapat menambah semangat para atlet untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasi pada kesempatan berikutnya. 


“Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan. Kami berharap para pegiat olahraga Kaltara dapat kembali meraih prestasi dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” ujarnya. 


Menurut Zainal, olahraga masyarakat tidak hanya bertujuan meraih kemenangan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat. 


Karena itu, ia mengapresiasi pelaksanaan Sport Festival KORMI Kaltara yang menjadi wadah bagi para pegiat olahraga untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat hubungan antar komunitas. 


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat tertarik berolahraga dan terlibat dalam kegiatan positif. 


Zainal juga mengingatkan para pegiat KORMI agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Pembinaan dan latihan secara konsisten perlu terus dilakukan agar prestasi olahraga masyarakat Kaltara semakin berkembang. 


Para pegiat yang telah menunjukkan kemampuan terbaik juga diharapkan mulai mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan nasional berikutnya, termasuk ajang FORNAS IX 2027 yang direncanakan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah. 


“Jadikan prestasi yang sudah diraih sebagai motivasi untuk terus berkembang. Kita ingin pegiat olahraga Kaltara semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain,” pesannya. 


Melalui dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, KORMI Kaltara diharapkan terus berperan dalam membudayakan olahraga sekaligus mendorong lahirnya pegiat berprestasi yang membanggakan Kaltara. (dkisp).

Gubernur Siapkan Lomba Sumpit se-Borneo pada 2027

Sport Festival Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara.


TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., berencana memperluas kompetisi olahraga tradisional, khususnya lomba sumpit, ke tingkat regional se-Borneo pada 2027. 

Rencana tersebut disampaikan saat membuka Sport Festival Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (24/10) pagi. 

Gubernur Zainal mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan untuk mengembangkan kompetisi olahraga tradisional agar semakin dikenal dan diminati. Lomba sumpit dalam festival tersebut tercatat diikuti sekitar 200 peserta. 

"Insyaallah tahun depan kita gelar lomba sumpit se-Borneo dengan mengundang Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Hadiahnya juga akan kita tingkatkan agar peserta semakin termotivasi untuk berprestasi," kata Zainal. 

Ia mengapresiasi Ketua KORMI Kaltara yang juga Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., beserta panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara yang turut hadir. 

Sport Festival KORMI Kaltara menghadirkan berbagai cabang olahraga tradisional dan olahraga masyarakat, di antaranya sumpit, panco, panahan tradisional, dan egrang. Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai perlombaan untuk tingkat sekolah. 

Menurut Zainal, olahraga tradisional perlu terus dilestarikan karena tidak hanya menjadi bagian dari budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. 

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga dan ratusan pegiat olahraga tradisional. Setelah pembukaan, Zainal bersama jajaran Forkopimda turut mengikuti eksibisi lomba sumpit dan panco yang disambut antusias oleh masyarakat. 

Ia berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas sekaligus menjadikan festival tersebut sebagai momentum untuk mengembangkan olahraga masyarakat di Kaltara. 

“Sekali lagi, selamat bertanding kepada seluruh pegiat olahraga tradisional yang mengikuti Sport Festival KORMI Kaltara. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi, mempererat kebersamaan, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membanggakan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (dkisp)


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda