WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Senin, 20 April 2026

Flobamora NTT Ramaikan Pawai Budaya Naik Dango Ke-3

Pawai Budaya.

Pontianak – Perhelatan Display Budaya Naik Dango ke-3 yang digelar oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak berlangsung meriah dan penuh warna, Senin (20/4/2026).

 Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menempuh rute sepanjang 7 kilometer dengan titik start di Rumah Betang Sutoyo dan finis di Rumah Radakng Pontianak.


Ribuan peserta dari DAD 6 Kecamatan se Kota Pontoanak turut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut. Mereka menampilkan ragam seni tradisional, busana adat, hingga pertunjukan tarian daerah dan kendaraan hias yang memperkaya khazanah budaya Kota Pontianak.



Salah satu peserta yang ikut memeriahkan kegiatan ini adalah Pemuda Flobamora NTT Kota Pontianak. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya semangat persatuan lintas etnis dalam momentum budaya tahunan tersebut.


Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana, menilai kegiatan Display Budaya Naik Dango memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Ia menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara toleransi antar suku di Kota Pontianak.


“Untuk itulah pemuda Flobamora ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat melaksanakan Naik Dango ke-3 tahun 2026, semoga acara berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.




Sementara itu, Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan komunitasnya dalam ajang budaya tersebut.


“Saya mewakili teman-teman Pemuda Flobamora Pontianak sangat senang dan bangga karena tahun ini bisa menjadi bagian dari pelaksanaan display budaya Naik Dango yang ketiga,” katanya.


Ia menjelaskan, kontribusi yang diberikan berupa penampilan tarian serta penggunaan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata dalam memperkaya keberagaman budaya di Kota Pontianak.


“Harapan kami, penampilan budaya seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan ke depan bisa lebih besar lagi. Ini menjadi ruang untuk mengeratkan dan mempersatukan persaudaraan lintas budaya. Kami juga berharap kehadiran kami dapat memberikan warna yang menguatkan nilai-nilai keberagaman di Kota Pontianak,” tambahnya.


Kegiatan Display Budaya Naik Dango ke-3 ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan lintas etnis yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman di Kota Pontianak. (Ms).

Wali Kota Pontianak Resmi Lepas Festival Budaya Dayak

Festival Budaya Dayak.

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak yang digelar di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4). Festival ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 April dan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya yang melibatkan ratusan peserta, termasuk dari mancanegara.

Dalam sambutannya, Edi menegaskan bahwa festival budaya tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian tradisi sekaligus mempererat persatuan antar etnis di Kota Pontianak. Ia menyebut, keikutsertaan kontingen dari seluruh kecamatan hingga partisipasi dari Sarawak, Malaysia, menunjukkan kuatnya harmoni dalam keberagaman.

“Festival ini diikuti oleh kontingen dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak, serta partisipasi dari Sarawak, Malaysia. Ini menunjukkan keberagaman yang harmonis dalam kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak menyampaikan bahwa jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 900 orang, termasuk 84 peserta dari Malaysia. Selama pelaksanaan festival, panitia juga menggelar tujuh cabang perlombaan yang berlangsung hingga 24 April.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan festival ini, mulai dari pameran budaya, stan kuliner khas, hingga hiburan dari artis-artis Dayak yang tampil di panggung utama. Salah satu daya tarik utama adalah penampilan display budaya lintas etnis yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu panggung.

Panitia menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan keberagaman masyarakat di Kota Pontianak. “Display budaya lintas etnis ini menggambarkan kekayaan budaya yang kita miliki bersama,” ujarnya.

Terkait ikon budaya Dayak, yakni Mandau, pihak DAD menegaskan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari seni dan tradisi, bukan semata-mata senjata.

“Mandau itu 100 persen seni budaya. Walaupun bentuknya seperti senjata tajam, nilai utamanya adalah budaya. Untuk kepemilikan atau pembelian harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Pemerintah Kota Pontianak bersama panitia juga telah mengantisipasi berbagai aspek teknis guna menunjang kelancaran kegiatan, terutama dalam hal kebersihan dan pengaturan parkir.

“Kami sudah menyiapkan petugas untuk mengatur kebersihan dan parkir karena berkaitan dengan pengguna jalan. Semua sudah diantisipasi agar kegiatan berjalan lancar,” tambah Edi.

Melalui Festival Budaya Dayak ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian budaya serta menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. (Ms).

IKAT Tanjung Selor Gelar Halalbihalal

Halal Bihalal.

TANJUNG SELOR – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halalbihalal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Tanjung Selor yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan harmoni antarwarga, khususnya keluarga besar IKAT di Bumi Benuanta.

Ia mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan baik sehingga berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

“Halalbihalal tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. IKAT memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan, budaya, serta kebersamaan,” ujar Denny.

Menurut dia, nilai-nilai luhur masyarakat Toraja seperti Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakainge (saling mengingatkan) sangat relevan dengan semangat persatuan.

Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kaltara yang majemuk.

“Momentum ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersamaan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Denny juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk warga IKAT, untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan di Kaltara akan berjalan optimal jika didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, paguyuban, dan masyarakat.

“Saya berharap semangat kebersamaan dan persatuan terus terjaga untuk membangun Kaltara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltara Hj Sipta Meylina Denny, tokoh IKAT dari tingkat provinsi dan kabupaten, serta tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bulungan. (SA).

Minggu, 19 April 2026

Pemprov Kaltara Masuk 64 Instansi Terbaik Pelaporan Sertifikat Elektronik

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tengah upaya percepatan transformasi digital birokrasi. Tanpa catatan kekurangan, Pemprov Kaltara berhasil masuk dalam daftar 64 instansi terbaik dalam pelaporan pemanfaatan sertifikat elektronik, Kamis (16/4).

Capaian ini menempatkan Kaltara sejajar dengan sejumlah provinsi lainnya, seperti Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Pemprov Papua Barat Daya, dan Pemprov Jawa Tengah dalam kategori pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., melalui Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Dewi Martha Silaen, S.Kom., M.AP., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Gubernur Kaltara terhadap penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Menurut Dewi, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen bersama seluruh tim, khususnya di bidang persandian dan keamanan informasi. Proses yang dilalui tidak singkat, dimulai dari pemenuhan kelengkapan dokumen hingga memastikan seluruh aspek pelaporan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Ini bukan hasil instan. Ada proses panjang yang kami jalani bersama tim, mulai dari melengkapi dokumen, melakukan verifikasi, hingga memastikan seluruh pelaporan memenuhi standar yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemprov Kaltara untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Pemanfaatan sertifikat elektronik dinilai sangat penting dalam mendukung keamanan informasi serta keabsahan dokumen di lingkungan pemerintahan.

Dengan raihan ini, Pemprov Kaltara diharapkan dapat terus mempertahankan kinerja positif serta menjadi contoh bagi instansi lain dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang optimal dan terpercaya. (SA).

ASN Malinau Terima SK 100 Persen dan Purna Tugas

Penyerahan SK

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangkaian Apel Korpri di lingkungan Pemkab Malinau. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 39 ASN menerima SK pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen, sementara 20 ASN lainnya menerima SK purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka (17/04/2026).

‎Dalam amanatnya,  Bupati Malinau Wempi W. Mawa. S.E., M. H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang hadir serta menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎“Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk terus berkarya dan melayani masyarakat. ASN harus bekerja dengan integritas, profesionalisme, serta mampu meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan tugas di mana pun dipercayakan,” ujarnya.

‎Kepada ASN yang baru saja menerima SK 100 persen, disampaikan ucapan selamat atas keberhasilan melewati seluruh proses seleksi hingga resmi menjadi PNS. Diharapkan kehadiran mereka dapat memperkuat jajaran ASN di Kabupaten Malinau dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

‎Selain itu, ASN juga diingatkan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi kemajuan teknologi yang semakin pesat. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara bijak.

‎“Jika ingin menjadi ASN yang unggul dan terdepan, maka kita harus memahami dan memanfaatkan teknologi secara maksimal, tanpa meninggalkan aturan dan tanggung jawab yang menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.

‎Sementara itu, kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas, Pemerintah Kabupaten Malinau menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.

‎“Bapak dan Ibu adalah para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah ini. Meski telah purna tugas, kami berharap tetap dapat memberikan nasihat, motivasi, serta menjadi teladan bagi ASN yang masih aktif,” disampaikan dalam sambutan tersebut.

‎Para ASN purna tugas juga diharapkan tetap menjaga semangat, kesehatan, serta terus berkontribusi di tengah masyarakat melalui pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki. Masa purna tugas dinilai sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga serta tetap aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

‎Apel Korpri ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas ASN di Kabupaten Malinau, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan ke depan demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik. (SA)

Sabtu, 18 April 2026

Handi Tegas Bantah Tudingan Keterlibatan Dewan dalam Tambang Ilegal

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Gerindra.

SEKADAU – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Handi, angkat bicara terkait maraknya pemberitaan yang menyebut adanya keterlibatan oknum dewan dalam aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan cenderung merupakan fitnah yang merugikan banyak pihak.


Handi menyayangkan munculnya sejumlah pemberitaan dari sumber dan media yang dinilai tidak jelas kredibilitasnya. Ia menilai informasi yang disajikan tidak melalui proses verifikasi yang baik, bahkan terkesan dibuat tanpa data lapangan yang valid.


“Belakangan ini ramai pemberitaan terkait tambang ilegal di Sekadau, bahkan ada yang menyebut dibekingi oleh dewan dan ikut bekerja. Itu jelas fitnah,” tegas Handi.


Ia juga mempertanyakan keakuratan informasi yang disampaikan oleh media tersebut. Menurutnya, terdapat indikasi bahwa foto maupun dokumen yang digunakan bukan berasal dari wilayah Kabupaten Sekadau, melainkan dari daerah lain yang kemudian diklaim seolah-olah terjadi di Sekadau.


“Coba bayangkan, medianya dari Pontianak, orangnya juga di Pontianak, tidak pernah turun ke lapangan, tapi bisa seolah tahu kondisi di Sekadau. Saya yakin foto dan dokumen itu bukan dari sini,” ujarnya.


Handi meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai tindakan tersebut penting untuk menjaga kondusivitas daerah serta melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan.


“Kita minta APH segera proses hukum dan tangkap media asbun alias abal-abal yang menyebarkan berita tanpa dasar,” tegasnya.


Selain itu, Handi juga mengingatkan kepada seluruh perusahaan media agar lebih selektif dalam merekrut awak media. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik, agar produk berita yang dihasilkan tidak mengarah pada fitnah atau informasi yang menyesatkan publik.


“Kepada media, harus selektif dalam rekrutmen. Jangan asal-asalan, karena dampaknya besar. Berita yang diterbitkan harus akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Nv).

Jumat, 17 April 2026

Yonif TP 833 Evakuasi 8 Korban Heli PK-CFX

Evakuasi Korban Helikopter.

Sekadau – Prajurit Yonif TP 833/BD bersama tim SAR gabungan berhasil menuntaskan misi kemanusiaan dalam mengevakuasi korban jatuhnya Helikopter Airbus H130 T2/PK-CFX Milik PT Matthew Air Nusantara di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Pada Jumat (17/04/2026) dini hari, sebanyak 8 jenazah korban kecelakaan berhasil dikeluarkan dari titik jatuh Helikopter yang terletak di kawasan terpencil Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.


Proses evakuasi ini menjadi ujian fisik dan mental bagi para prajurit. Akibat lokasi jatuhnya heli berada di medan yang sangat curam dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan, tim gabungan terpaksa mengevakuasi kedelapan jenazah dengan cara dipikul secara manual. Menggunakan tandu darurat, para prajurit berjalan kaki membelah kegelapan hutan lebat di tengah kondisi cuaca yang ekstrem dan jalur pendakian yang licin.


Turut terjun langsung dalam aksi heroik tersebut, Wadanyonif TP 833/BD Mayor Inf Ikhwan Hadi Putra, S.T.Han., ikut menyusuri hutan beliau menegaskan bahwa misi ini adalah panggilan tugas demi kehormatan dan kemanusiaan.

"Kondisi di lapangan memang sangat berat, selain jarak pandang yang terbatas karena kegelapan malam, kemiringan medan di Bukit Puntak ini cukup ekstrem. Namun, sebagai prajurit, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan cepat dan layak, apa pun rintangannya. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat dan keluarga korban," tegas Wadanyonif TP 833/BD.


Sinergi Prajurit Yonif TP 833/BD dan unsur SAR lainnya menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini hingga seluruh korban dapat tiba di titik kumpul pada hari ini guna proses identifikasi lebih lanjut. (Tim).

Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda