WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Minggu, 25 Oktober 2026

Peresmian Gereja Santo Mikael Stasi Bokak

 

Peresmian Gereja Stasi Bokak Sebumbun.


Sekadau, Wartacyber.com – Bupati Sekadau, Aron menghadiri Peresmian Gereja Santo Mikael Stasi Bokak, Desa Bukak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Minggu (25/10/2026).


Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Mohtar, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut. Ia mengapresiasi dukungan umat, para donatur, masyarakat, serta pemerintah yang telah berkontribusi selama proses pembangunan.


"Semoga Gereja Santo Mikael ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi sarana memperteguh iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kehidupan rohani umat Katolik," kata Mohtar.


Pastor Martinus, CP, mengucapkan selamat kepada umat Stasi Bokak atas peresmian dan pemberkatan gereja. Ia mengapresiasi kerja keras serta perjuangan umat yang telah mewujudkan pembangunan rumah ibadah tersebut.


“Gereja hendaknya tidak hanya menjadi simbol identitas umat Katolik, tetapi juga menjadi rumah kasih yang dipelihara bersama, tempat damai sejahtera dan sukacita mengalir bagi semua orang,” pesannya.


Pada kesempatan itu juga, Bupati Sekadau, Aron, menyampaikan rasa syukur atas peresmian dan pemberkatan gereja yang telah lama dinantikan umat Katolik Stasi Bokak.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sekadau telah memberikan bantuan pembangunan gereja secara bertahap sejak 2021 hingga 2024 dengan total sekitar Rp425 juta.


"Kami mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong umat bersama panitia sehingga pembangunan gereja dapat diselesaikan," Kata Aron.


Menurutnya, peresmian gereja bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk semakin menghidupkan gereja melalui kegiatan keimanan, pelayanan, dan pembinaan umat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia pembangunan dan seluruh umat atas komitmen serta kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan gereja," ucapnya.


"Peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Mikael Stasi Bokak diharapkan menjadi momentum bagi umat untuk semakin memperkuat iman, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan kasih dan kedamaian di tengah masyarakat," tutupnya. (Tim).


HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Sampaikan Capaian dan Tantangan Pembangunan

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara.


TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan. 

Pesan itu disampaikan Gubernur Zainal dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kaltara, Sabtu (24/10). 

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., Gubernur Zainal menyampaikan bahwa tema HUT ke-14 Kaltara tahun 2026, “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, mengandung harapan agar pertumbuhan ekonomi berjalan secara inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Harapan kita, seluruh masyarakat, mulai dari perkotaan hingga desa-desa di pedalaman dan perbatasan, dapat merasakan pertumbuhan ekonomi dan menikmati kesejahteraan,” kata Zainal. 

Ia mengatakan, peringatan HUT Kaltara tahun ini dilaksanakan dengan pendekatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya sebagai bentuk empati, keprihatinan, dan solidaritas terhadap kondisi kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kalimantan. 

Selain menghadapi tantangan lingkungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga dihadapkan pada kebijakan pengurangan transfer ke daerah dan tuntutan efisiensi anggaran. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan. 

“Efisiensi anggaran tidak akan mengurangi semangat kita untuk terus membangun Kaltara,” tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, Zainal memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kaltara pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 4,96 persen. Sementara itu, secara kumulatif pada semester I 2026 dibandingkan semester I 2025, ekonomi Kaltara tumbuh sebesar 5,09 persen. 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Kaltara pada triwulan II 2026 juga tercatat mencapai Rp42,47 triliun. Capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang terus berkembang. 

Di bidang tata kelola keuangan, Kaltara kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesi (RI). Capaian tersebut menjadi yang ke-12 kali secara berturut-turut. 

Zainal juga menyoroti inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara) serta penerapan Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air (PKAA) sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan inovasi dan mengoptimalkan potensi daerah. 

Menurutnya, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kolaborasi antara Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat. 

“Ke depan, saya mengajak kita semua untuk memperkuat kerja sama dan memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. 

Ia berharap peringatan HUT ke-14 Kaltara menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan solidaritas dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. 

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kaltara diharapkan mampu memperkuat fondasi transformasi daerah sebagai Beranda Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan. 

Rapat Paripurna ditutup dengan pemotongan tumpeng dan nasi rasul sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman sekaligus mempererat sinergi antara Pemprov Kaltara dan DPRD Kaltara. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., kepada Gubernur Zainal. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltara menyerahkan tumpeng kepada Sekprov Denny, disertai jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat. (dkisp).

Peringatan HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Tetapkan Tiga Fokus Pembangunan

 

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara Tahun 2026

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pembangunan Kaltara harus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga wilayah pedalaman dan perbatasan. 


Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Ahad (25/10) pagi. 


Peringatan tahun ini mengusung tema _“14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”._ Tema tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan kerja dan peluang usaha hingga peningkatan pendapatan serta pemerataan pembangunan. 


Dalam upacara tersebut, Gubernur Zainal mengenakan pakaian adat khas suku Dayak Abagag. Ia menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pembentuk provinsi, para pendahulu, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kaltara. 


“Terima kasih kepada para tokoh pembentuk provinsi, para pendahulu, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi bagi kemajuan Bumi Benuanta,” kata Zainal. 


Zainal menjelaskan, peringatan HUT ke-14 Kaltara dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kaltara. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 


“Saya mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya. 


Selain mempertimbangkan kondisi lingkungan, pelaksanaan peringatan secara sederhana juga sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Menurut Zainal, penggunaan anggaran harus semakin cermat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 


Program pemerintah perlu memiliki sasaran yang jelas dan hasil yang terukur, terutama dalam mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. 


Dalam kesempatan itu, Zainal menyampaikan tiga prioritas pembangunan yang perlu diperkuat ke depan. 


Pertama, memperkuat ekonomi dan membuka kesempatan kerja. Pemerintah akan terus mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta memperluas pemasaran produk unggulan daerah. 


“Kita ingin pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat melalui lapangan kerja, peluang usaha, dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya. 


Kedua, memeratakan pembangunan dan meningkatkan pelayanan dasar. Pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan akses pendidikan perlu terus ditingkatkan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan. 


Ketiga, memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan bertanggung jawab. Setiap perangkat daerah diminta memastikan program berjalan tepat sasaran, anggaran digunakan secara efisien, dan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat. 


Zainal menegaskan, ketiga prioritas tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh warga Kaltara. 


“Pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dan kerja sama agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya. 


Ia berharap perjalanan 14 tahun Provinsi Kaltara menjadi modal untuk terus berbenah dan memperkuat fondasi pembangunan daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan Kaltara sebagai Beranda Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Maju, Makmur, dan berkelanjutan. 


“Selamat Hari Ulang Tahun ke-14 Provinsi Kalimantan Utara. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita untuk melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya. 


Upacara ini turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si.; Ketua TP PKK Kaltara, Rachmawati Zainal, S.H.; Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M.; Kapolda Kaltara; anggota DPR dan DPD RI dari Kaltara; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); bupati dan wali kota se-Kaltara; serta undangan lainnya. 


Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan piagam dan hadiah kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah Kaltara Tahun 2026, piagam Program Pariwara Antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kepada perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, serta dana apresiasi kepada atlet KORMI Kaltara yang berprestasi pada ajang FORNAS VIII NTB 2026. Selain itu, dilakukan penyerahan piagam dan hadiah kepada para juara Lomba Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kaltara Tahun 2026, serta santunan BPJS Kesehatan kepada almarhum Kilan Udau. (dkisp).

Gubernur Dorong Atlet KORMI Kaltara Terus Berprestasi

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.,.


TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengapresiasi prestasi atlet Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para pegiat olahraga untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik. 


Apresiasi itu diwujudkan melalui penyerahan dana kepada atlet KORMI Kaltara yang berprestasi pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII NTB 2026. Penyerahan dilakukan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara di Halaman Kantor Gubernur Kaltara, Ahad (25/10). 


Gubernur Zainal menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan, dan kesungguhan para pegiat olahraga dalam membawa nama Kaltara di ajang nasional. 


Ia berharap dana apresiasi yang diberikan dapat menambah semangat para atlet untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasi pada kesempatan berikutnya. 


“Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan. Kami berharap para pegiat olahraga Kaltara dapat kembali meraih prestasi dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” ujarnya. 


Menurut Zainal, olahraga masyarakat tidak hanya bertujuan meraih kemenangan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat. 


Karena itu, ia mengapresiasi pelaksanaan Sport Festival KORMI Kaltara yang menjadi wadah bagi para pegiat olahraga untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat hubungan antar komunitas. 


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat tertarik berolahraga dan terlibat dalam kegiatan positif. 


Zainal juga mengingatkan para pegiat KORMI agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Pembinaan dan latihan secara konsisten perlu terus dilakukan agar prestasi olahraga masyarakat Kaltara semakin berkembang. 


Para pegiat yang telah menunjukkan kemampuan terbaik juga diharapkan mulai mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan nasional berikutnya, termasuk ajang FORNAS IX 2027 yang direncanakan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah. 


“Jadikan prestasi yang sudah diraih sebagai motivasi untuk terus berkembang. Kita ingin pegiat olahraga Kaltara semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain,” pesannya. 


Melalui dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, KORMI Kaltara diharapkan terus berperan dalam membudayakan olahraga sekaligus mendorong lahirnya pegiat berprestasi yang membanggakan Kaltara. (dkisp).

Gubernur Siapkan Lomba Sumpit se-Borneo pada 2027

Sport Festival Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara.


TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., berencana memperluas kompetisi olahraga tradisional, khususnya lomba sumpit, ke tingkat regional se-Borneo pada 2027. 

Rencana tersebut disampaikan saat membuka Sport Festival Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (24/10) pagi. 

Gubernur Zainal mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan untuk mengembangkan kompetisi olahraga tradisional agar semakin dikenal dan diminati. Lomba sumpit dalam festival tersebut tercatat diikuti sekitar 200 peserta. 

"Insyaallah tahun depan kita gelar lomba sumpit se-Borneo dengan mengundang Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Hadiahnya juga akan kita tingkatkan agar peserta semakin termotivasi untuk berprestasi," kata Zainal. 

Ia mengapresiasi Ketua KORMI Kaltara yang juga Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., beserta panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara yang turut hadir. 

Sport Festival KORMI Kaltara menghadirkan berbagai cabang olahraga tradisional dan olahraga masyarakat, di antaranya sumpit, panco, panahan tradisional, dan egrang. Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai perlombaan untuk tingkat sekolah. 

Menurut Zainal, olahraga tradisional perlu terus dilestarikan karena tidak hanya menjadi bagian dari budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. 

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga dan ratusan pegiat olahraga tradisional. Setelah pembukaan, Zainal bersama jajaran Forkopimda turut mengikuti eksibisi lomba sumpit dan panco yang disambut antusias oleh masyarakat. 

Ia berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas sekaligus menjadikan festival tersebut sebagai momentum untuk mengembangkan olahraga masyarakat di Kaltara. 

“Sekali lagi, selamat bertanding kepada seluruh pegiat olahraga tradisional yang mengikuti Sport Festival KORMI Kaltara. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi, mempererat kebersamaan, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membanggakan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (dkisp)

TP-PKK Kaltara Perkuat Tata Kelola Organisasi untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Penguatan Tata Kelola Lembaga Dewan Kerajinan Nasional.


DENPASAR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat tata kelola organisasi untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan keluarga dan pelayanan kepada masyarakat.


Wakil Ketua TP PKK Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T., mengikuti kegiatan Penguatan Tata Kelola Lembaga Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), TP PKK dan Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Centre (BSCC), Denpasar, Bali, Kamis (22/10). Dalam kegiatan tersebut, Kornie turut didampingi Sekretaris TP PKK Kaltara, Hj. Ince Nelia, S.Sos., M.Si.


Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Harian Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Tri Tito Karnavian, serta ditutup oleh Ketua Umum Dekranas sekaligus Pelindung TP PKK dan TP Posyandu, Selvi Gibran Rakabuming.


Dalam sambutan penutupan, Selvi menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik, mulai dari pembagian tugas, koordinasi, perencanaan, pendataan hingga evaluasi program.


Menurutnya, setiap program perlu dievaluasi untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kendala yang ditemukan di lapangan juga harus diidentifikasi agar dapat dicarikan solusi yang tepat.


“Setiap program perlu dievaluasi untuk melihat manfaatnya bagi masyarakat. Jika ada kendala di lapangan, kita harus mencari solusi dan inovasi yang sesuai,” kata Selvi.


Selvi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kalangan akademisi untuk memperkuat pelaksanaan program serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Ia berharap Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu terus berkembang menjadi organisasi yang profesional, mampu bekerja sama dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Sementara itu, Kornie Serliany menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan memperkuat pengelolaan organisasi TP PKK dan TP Posyandu di Kaltara.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap tata kelola organisasi semakin baik. Dengan koordinasi dan kolaborasi yang kuat, program yang dijalankan bisa lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Keikutsertaan TP PKK Kaltara diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pemberdayaan keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (dkisp).

Jumat, 23 Oktober 2026

Penyerahan Simbolis STDB bagi perkebunan kepala sawit swadaya

 

Penyerahan secara simbolis STDB. (Foto: ist).

Sekadau, wartacyber.com - Wakil Bupati Sekadau, Subandrio melakukan  penyerahan secara simbolis Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) Bagi perkebunan kelapa sawit swadaya, bertempat di Aula Gedung PKK Kabupaten Sekadau, Jumat (23/10/2026).


Perwakilan SPKS Kabupaten Sekadau, Sudarno mengatakan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah, SPKS, Pemerintah Desa, dan para perkebunan dalam mendukung pendataan serta penguatan administrasi perkebunan kelapa sawit swadaya.


"Dukungan seluruh pihak diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan sehingga manfaat program pendataan dapat dirasakan lebih luas oleh para petani," kata Sudarno.


Sementara itu, kepala dinas pertanian dan perikanan kabupaten sekadau menyampaikan bahwa pendataan dan penerbitan bertujuan menghimpun data kepemilikan kebun sebagai dasar penyusunan kebijakan serta mendukung penyaluran bantuan sarana dan prasarana perkebunan maupun program peremajaan sawit rakyat agar tepat sasaran.


"Berdasarkan data yang disampaikan, luas perkebunan kelapa sawit swadaya dikabupaten sekadau mencapai sekitar 52.127 hektare, dengan target pendataan seluas 1.000 hektare setiap tahun, hingga saat ini sekitar 550 persil STDB telah diterbitkan, sementara keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu tantangan dalam memperluas pendataan," jelasnya.


Pada kesempatan itu juga, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau menyampaikan apresiasi kepada Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau  dan dinas terkait atas kontribusinya dalam mendukung pendataan perkebunan kelapa sawit swadaya.


"Pemerintah Kabupaten Sekadau terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program unggulan IP3K, yang meliputi infrastruktur, perkebunan, pertanian, dan perikanan," kata Subandrio.


"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sekadau berharap pendataan dan penerbitan STDB dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan tata kelola perkebunan rakyat yang lebih tertib, terdata, dan berkelanjutan," pungkasnya. (Tim).


Gubernur Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Arah Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

 

Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026.


JAKARTA - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10). 


Forum ini menjadi momentum penyelarasan kebijakan pusat dan daerah untuk memperluas akses keuangan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.


Mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”, Rakornas TPAKD membahas penguatan program akses keuangan agar semakin menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh lembaga keuangan formal.


Dalam kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerahkan secara simbolis akad kredit dan pembiayaan produktif senilai Rp53,15 triliun yang telah disalurkan kepada 2.106.401 debitur selama periode Agustus–Oktober 2026. 


Pembiayaan tersebut disalurkan oleh 343 lembaga jasa keuangan kepada pelaku UMKM, petani, nelayan, dan wirausaha lainnya.


Presiden juga menyampaikan rencana perluasan pembiayaan produktif pada tahun mendatang, terutama bagi masyarakat yang berperan dalam menggerakkan ekonomi di pedesaan dan wilayah terpencil.


“Saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka yang berada di pedesaan dan di daerah-daerah terpencil dan tertinggal,” ujar Prabowo.


Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat.


“Arti kesejahteraan sesungguhnya adalah bahwa penghasilan rakyat secara nyata harus meningkat, bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan,” tegasnya.


Bagi Kaltara, perluasan akses keuangan menjadi hal penting mengingat potensi ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan UMKM. 


Dukungan pembiayaan yang sesuai kebutuhan usaha, disertai pendampingan dan peningkatan literasi keuangan, diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan formal secara produktif.


Penguatan akses tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan lembaga jasa keuangan lainnya. 


Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), koordinasi ini dapat diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan program pembiayaan sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah.


Pada Rakorda TPAKD se-Kaltara Semester I yang dilaksanakan pada April 2026, perluasan akses keuangan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.


Sejalan dengan itu, Roadmap TPAKD 2026–2030 menekankan perluasan akses yang diiringi peningkatan kualitas pemanfaatan layanan keuangan, literasi keuangan, pelindungan konsumen, serta penguatan program bagi UMKM dan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Partisipasi Gubernur Kaltara dalam Rakornas TPAKD 2026 menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan akses keuangan nasional dengan kebutuhan daerah, sehingga pembiayaan produktif dapat mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara. (dkisp).

Kaltara Jadi Rujukan Penerapan PKAA, Penerimaan Daerah Bertambah Rp176 Juta

Kunjungan rombongan Pemprov NTT.

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi rujukan penerapan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA) bagi pemerintah daerah lain. Salah satunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melakukan studi tiru untuk mempelajari mekanisme penerapan pajak tersebut.


Kunjungan rombongan Pemprov NTT yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, S.I.K., M.Hum., diterima Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (22/10).


Dalam pertemuan tersebut, Sekprov Denny memaparkan mekanisme penerapan PKAA, mulai dari dasar regulasi hingga integrasinya dengan persyaratan operasional kendaraan di atas air.


Ia menjelaskan, PKAA diintegrasikan dengan sistem Standar Pelayanan Minimum (SPM) tahunan yang menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta persyaratan teknis laik operasi yang ditetapkan Dinas Perhubungan.


“Speedboat yang akan beroperasi harus memenuhi SPM dan lulus uji laik operasi. Pelunasan PKAA menjadi salah satu syarat untuk memperoleh SPM,” jelas Denny.


Penerapan PKAA juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Sepanjang 2025, penerimaan dari pajak tersebut menambah kas daerah sebesar Rp176.893.250.


Denny menyebutkan, sebanyak 70 unit kendaraan di atas air telah terdata sebagai objek pajak PKAA. Dari jumlah tersebut, 62 unit atau sekitar 89 persen telah melunasi kewajiban pajaknya.


“Dari 70 unit yang terdata, sebanyak 62 unit sudah melunasi pajaknya. Ini menjadi bagian dari upaya kita mengoptimalkan pendapatan daerah,” katanya.


Denny berharap kunjungan tersebut dapat menjadi awal kerja sama yang saling menguntungkan antara Kaltara dan NTT, terutama dalam pertukaran pengalaman dan penguatan pengelolaan pendapatan daerah.


Ia juga berharap pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui rencana kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan.


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat dan cinderamata khas masing-masing daerah, berupa singal atau ikat kepala khas Kaltara dan kain tenun khas NTT, serta makan siang bersama. (dkisp).


Wagub Ajak Organisasi Adat Dayak Perkuat Persatuan dan Kerukunan di Kaltara

Pelantikan Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak (BAKORMAD).


TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengajak organisasi adat Dayak memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.


Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak (BAKORMAD) Kota Tarakan sekaligus Rapat Konsolidasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara Tahun 2026 di Hotel Tarakan Plaza, Kamis (22/10).


Dalam arahannya, Wagub Ingkong mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelantikan pengurus dan rapat konsolidasi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan peran organisasi adat di tengah masyarakat.


“Pelantikan ini bukan sekadar kegiatan organisasi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persatuan dan nilai-nilai budaya dalam mendukung kemajuan Kaltara,” kata Ingkong.


Secara khusus, Ingkong mengucapkan selamat kepada Ferry Ellisa Benyamin, S.E., yang resmi dilantik sebagai Panglima BAKORMAD Kota Tarakan beserta seluruh jajaran pengurus. Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


Ia juga meminta pengurus yang baru dilantik segera membangun koordinasi, menyusun program kerja, serta menjalankan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dengan mengutamakan musyawarah.


“Jadikan organisasi ini sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarelemen masyarakat, menjaga keharmonisan, dan mendukung pembangunan daerah,” pesannya.


Ingkong mengingatkan bahwa Kaltara memiliki masyarakat yang beragam dari sisi suku, budaya, dan latar belakang. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.


Dalam hal ini, DAD Kaltara diharapkan terus berperan dalam memperkuat ketahanan sosial budaya serta merangkul seluruh unsur masyarakat adat Dayak.


“Identitas adat dan budaya harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh nilai Pancasila, gotong royong, dan kerukunan masyarakat di Bumi Benuanta,” jelasnya.


Menutup arahannya, Ingkong berharap Rapat Konsolidasi DAD Kaltara menghasilkan keputusan yang konkret dan dapat diterapkan, sehingga memberikan manfaat bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat. (dkisp).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda