WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Selasa, 28 Juli 2026

Bantuan Keuangan Parpol Diserahkan, Gubernur Ajak Bangun Demokrasi yang Lebih Berkualitas

Penyerahan Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyerahkan bantuan keuangan kepada 10 partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara Tahun Anggaran 2026. 

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., di Ruang Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (28/7), sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat demokrasi, kelembagaan partai politik, dan pendidikan politik masyarakat. 

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengapresiasi seluruh partai politik yang telah berkontribusi menjaga kehidupan demokrasi dan mendukung pembangunan daerah. 

"Saya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi seluruh partai politik dalam memperkuat demokrasi serta mendukung pembangunan daerah. Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik," kata Zainal. 

Ia berharap penyerahan bantuan keuangan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemprov Kaltara, KPU, Bawaslu, dan seluruh partai politik dalam mewujudkan kehidupan politik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. 

Menurutnya, partai politik memiliki peran strategis sebagai penyalur aspirasi masyarakat, pencetak kader pemimpin, sekaligus pelaksana pendidikan politik. Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui bantuan keuangan sesuai amanat peraturan perundang-undangan. 

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Kaltara mengalokasikan bantuan keuangan partai politik sebesar Rp2.852.280.709 yang disalurkan secara proporsional berdasarkan jumlah perolehan suara sah hasil Pemilu kepada 10 partai politik di DPRD Provinsi Kaltara. 

Adapun rincian bantuan yang diterima masing-masing partai politik yaitu DPW Partai Gerindra sebesar Rp495.147.583, DPW Partai Golkar sebesar Rp388.247.889, DPW Partai Demokrat sebesar Rp384.485.537, DPW PDI Perjuangan sebesar Rp354.355.173, DPW Partai Hanura sebesar Rp335.795.815. 

Untuk DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar Rp285.875.637, DPW Partai NasDem sebesar Rp191.832.617, DPW Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar Rp184.828.490, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar Rp162.309.592, dan DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar Rp69.402.376. 

Zainal meminta seluruh partai politik memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dengan memprioritaskan kegiatan pendidikan politik bagi kader maupun masyarakat. 

"Saya berharap bantuan keuangan ini dimanfaatkan secara tepat sasaran dan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan politik," katanya. 

Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana bantuan karena seluruh anggaran tersebut bersumber dari keuangan negara yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan. 

"Setiap rupiah yang disalurkan merupakan bagian dari keuangan negara yang bersumber dari masyarakat, sehingga penggunaannya harus tertib administrasi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya. 

Menutup sambutannya, Zainal mengajak seluruh partai politik terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD, KPU dan Bawaslu dalam mendukung pembangunan Kaltara. 

Menurutnya, sinergi yang harmonis akan menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan, termasuk pengembangan kawasan perbatasan, infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi menuju Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan. (dkisp).

Hadiri Musda VI Golkar Malinau, Wabup Jakaria Ajak Partai Politik Bersinergi Bangun Daerah

Musda VI Partai Golkar.

Malinau - Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., mewakili Bupati Malinau menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Malinau di Hotel Mahkota, Senin (27/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Jakaria menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda VI Partai Golkar. Menurutnya, Musda tidak sekadar menjadi agenda konstitusional organisasi, tetapi juga merupakan bukti kedewasaan partai politik dalam menjalankan proses demokrasi melalui evaluasi, konsolidasi, dan regenerasi kepengurusan.

"Musda ini menunjukkan bahwa Partai Golkar tetap solid. Regenerasi kepemimpinan dan konsolidasi organisasi merupakan bagian penting untuk menjaga eksistensi partai dalam sistem demokrasi," ujarnya.

la menegaskan, partai politik memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Malinau tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik.

Wabup mengajak seluruh partai politik mendukung visi dan misi Pemkab Malinau melalui lima program inovasi daerah, yakni RT Bersih, Petani Sehat, Milenial Mandiri, Desa Sarjana, dan Wajib Belajar.

la juga mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga keamanan dan kondusivitas daerah serta Partai Golkar yang aktif memberikan saran, masukan, dan kritik konstruktif.

Melalui Musda VI, Pemkab Malinau berharap lahir kepengurusan yang amanah, solid, dan visioner serta mampu menghasilkan program strategis demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Malinau. (Prokompim).

500 Atlet Ikuti Turnamen Taekwondo Bupati Malinau Cup 2026

Bupati Malinau Wempi W. Mawa.

Malinau - Bupati Malinau Wempi W. Mawa, SE., MH hadir menyaksikan langsung Cabor Taekwondo dalam rangka Bupati Malinau Cup Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Pemda Malinau, Sabtu (25/07/26) sore.

Cabang Olahraga Taekwondo menyelenggarakan turnamen open Kaltara - Kaltim yang diikuti kurang lebih 500 peserta akan berlangsung hingga hari minggu.

Kesempatan ini Bupati Wempi hadir menyaksikan antusiasme masyarakat untuk berkompetisi langsung pada ajang Bupati Malinau Cup ini.

Apresiasi dan dorongan Bupati untuk seluruh peserta agar tetap semangat mengikuti turnamen hingga selesai. Pada ajang ini banyak yang dipersiapkan menjelang Porprov Kaltara Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Malinau.

Harapan Bupati kepada seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding, pasti akan ada yang menang maupun yang kalah, tapi kesempatan bertanding ini jadikan sebagai modal untuk menjadi lebih baik dan berkembang. (Prokompim).

DPRD Kaltara Dorong BNPP Percepat Penanganan Jalan Perbatasan Malinau-Krayan

Audiensi strategis dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

JAKARTA - DPRD Provinsi Kalimantan Utara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggelar audiensi strategis dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Jakarta, Jumat (24/7/26).

Pertemuan tersebut bertujuan mendorong percepatan penanganan infrastruktur jalan perbatasan, khususnya ruas Malinau-Krayan yang menjadi akses masyarakat di wilayah perbatasan.

Audiensi ini dilatarbelakangi kondisi jalan yang semakin memprihatinkan. Krayan Selatan bahkan telah ditetapkan dalam status tanggap darurat akibat kerusakan jalan yang parah. Dampaknya, mobilitas masyarakat terhambat, harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) meningkat drastis, serta ketergantungan warga terhadap pasokan barang dari Malaysia semakin tinggi.

Melalui audiensi ini, DPRD Kaltara berharap BNPP dapat menjadi penghubung koordinasi dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan, sehingga dapat menghadirkan dukungan kebijakan dan pendanaan khusus bagi pembangunan kawasan perbatasan.

DPRD Kaltara menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalan Malinau-Krayan tidak hanya penting untuk meningkatkan konektivitas, memperkuat perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, dengan target jalan dapat berfungsi secara optimal sebelum tahun 2029. (Humas).

Senin, 27 Juli 2026

Pemprov Perkuat Daya Saing IKM Lewat Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan

Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan.

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus meningkatkan daya saing pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltara di Rumah Kemasan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Senin (27/7). 

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kaltara dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta menghadirkan instruktur dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJI-KB) Yogyakarta. 

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku IKM dalam menghasilkan kemasan produk yang menarik, berkualitas, serta ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar. 

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa kemasan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pemasaran sebuah produk. 

"Kemasan sangat menentukan di pasar. Produk yang dikemas dengan baik akan lebih menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat untuk membeli. Karena itu, pemahaman seperti ini harus terus kita berikan kepada pelaku UMKM," kata Denny. 

Denny menjelaskan, Pemprov Kaltara telah menyediakan Rumah Kemasan sebagai fasilitas pembinaan bagi pelaku IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas kemasan produknya. 

"Rumah Kemasan adalah modal penting yang harus kita manfaatkan secara maksimal. Melalui fasilitas ini, pelaku usaha dapat belajar menghasilkan kemasan yang memiliki daya saing sehingga produk lokal mampu naik kelas," ujarnya. 

Selain memperkuat kapasitas melalui pelatihan, Pemprov Kaltara juga berencana mengusulkan pembangunan Balai Sertifikasi kepada Kementerian UMKM sebagai upaya melengkapi ekosistem pengembangan usaha di daerah. 

Menurut Denny, keberadaan Balai Sertifikasi akan mempermudah pelaku UMKM memperoleh sertifikasi dan legalitas produk yang menjadi syarat penting untuk memperluas akses pasar. 

"Jika produk UMKM ingin dipasarkan lebih luas, sertifikasi menjadi salah satu syarat utama. Karena itu kami berencana mengusulkan pembangunan Balai Sertifikasi ke pemerintah pusat agar kebutuhan tersebut dapat difasilitasi di Kaltara," jelasnya. 

Melalui pelatihan ini, Pemprov Kaltara berharap pelaku IKM mampu memanfaatkan Rumah Kemasan secara optimal, terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk, serta menghasilkan kemasan yang mampu menarik minat konsumen sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. (dkisp).

Peringatan Hari Anak Nasional, Sekprov Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak

Peringatan Hari Anak Nasional.

TANJUNG SELOR – Suasana khidmat menyelimuti Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (27/7) pagi saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. 

Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bergantung pada bagaimana anak-anak hari ini tumbuh, dilindungi, dan dihargai. 

Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., yang membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi. 

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menempatkan anak sebagai pribadi yang berharga, didengar pendapatnya, serta mendapatkan hak hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. 

"Selamat Hari Anak kepada seluruh anak Indonesia. Semoga hari istimewa ini menjadi kebahagiaan bagi seluruh anak di negeri ini," kata Sekprov Denny. 

Ia menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Keluarga menjadi benteng pertama, kemudian diperkuat oleh sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah di semua tingkatan. 

Berbagai ancaman terhadap anak, mulai dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, hingga risiko di ruang digital, menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui kolaborasi semua pihak. 

Menurutnya, membangun masa depan Indonesia berarti memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi. 

Semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (RANA) dan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mendorong terciptanya lingkungan aman bagi anak di rumah, sekolah, masyarakat, maupun ruang digital. 

Selain itu, tagline "Sayang Anak Sayang Indonesia" dipilih sebagai ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. 

Menutup sambutan Menteri PPPA, Denny mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, hingga anak-anak Indonesia menjadi bagian dari gerakan BERLIAN. 

"Mari kita pastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, didengar suaranya, dan terpenuhi hak-haknya. Dengan melindungi anak, kita sedang membangun masa depan Indonesia," tutupnya. (dkisp).

Sabtu, 25 Juli 2026

Gubernur Panen Perdana Ayam Petelur, Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat

Panen perdana dan syukuran ayam petelur.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri panen perdana dan syukuran ayam petelur milik Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Bumi Rahayu, Sabtu (25/7). 

Kegiatan ini menjadi bukti awal keberhasilan program bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. 

Gubernur Zainal menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh anggota kelompok peternak yang berhasil mengembangkan usaha hingga menghasilkan panen perdana telur. 

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan panen perdana telur dari kandang yang dibangun melalui program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggunakan APBD Tahun 2025," ujar Zainal. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong, kerja keras, dan kemauan masyarakat untuk terus belajar mampu mendorong berkembangnya usaha peternakan rakyat. 

Ia menegaskan, panen perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kaltara. Program bantuan pemerintah yang diberikan kepada empat kelompok tani kini mulai memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat. 

Zainal mengatakan produksi telur dari kandang Kelompok Tani Tunas Harapan sudah mulai memasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanjung Selor.  

Selain itu, harga telur yang dipasarkan juga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran sehingga diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh sumber protein dengan harga yang lebih murah. 

"Harapan kami, keberadaan kandang-kandang ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Kalimantan Utara," katanya. 

Saat ini, lanjutnya, kebutuhan telur di Kaltara baru terpenuhi sekitar 30 persen, sehingga daerah masih bergantung pada pasokan dari luar. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltara dapat memberikan dukungan tambahan berupa pembangunan kandang ayam petelur di lebih banyak lokasi. 

Zainal juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Kaltara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, BRMP, penyuluh pertanian, kelompok peternak, serta seluruh pihak yang memberikan pendampingan. 

Pada tahun 2025, Pemprov Kaltara menyalurkan bantuan sebanyak 6.500 ekor ayam petelur kepada empat kelompok tani. Kelompok Sumber Makmur Desa Apung menerima 1.800 ekor ayam petelur dan dua unit kandang, Kelompok Tunas Harapan Desa Bumi Rahayu memperoleh 1.900 ekor ayam petelur dan dua unit kandang. 

Sedangkan Kelompok Garuda Perbatasan Desa Jelarai Selor serta Kelompok Lasindra Putra Desa Sajau Hilir masing-masing menerima 1.400 ekor ayam petelur beserta dua unit kandang. 

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., Kepala BRMP Kaltara Didik Raharjo, S.P., M.P., para ketua kelompok peternak, Kepala Desa Bumi Rahayu, serta tokoh masyarakat. (dkisp).



Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda