WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Jumat, 06 November 2026

Pemkab Malinau Gelar Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun 2026

Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Malinau Tahun 2026. (Foto: Prokompim).

MALINAU - Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., diwakili oleh Staf Ahli Bidang Aparatur, Pelayanan Publik, dan Hubungan Lembaga, Yordin Ingan, S.Th., M.H., dalam Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Malinau Tahun 2026, Jumat (6/11/2026), di Ruang Rapat Intulun Lantai II. Dalam kegiatan tersebut, Yordin membacakan sambutan Bupati sekaligus membuka kegiatan secara resmi.


Dalam sambutannya disampaikan bahwa reforma agraria merupakan program strategis nasional untuk mewujudkan pemerataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara berkeadilan. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Bagi Kabupaten Malinau, reforma agraria memiliki arti strategis mengingat luas wilayah, kondisi geografis, serta keterikatan masyarakat dengan tanah dan sumber daya alam. Karena itu, diperlukan kebijakan pertanahan yang menjamin keadilan, kepastian hukum, dan pemanfaatan tanah secara produktif.


Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta mengidentifikasi berbagai persoalan pertanahan. Seluruh anggota gugus tugas diharapkan aktif menyatukan data dan menyelaraskan program agar penanganan persoalan pertanahan berjalan terpadu.


Selain penataan aset melalui kepastian hukum atas tanah, reforma agraria juga perlu didukung penataan akses. Masyarakat diharapkan memperoleh pemberdayaan ekonomi, pendampingan, peningkatan kapasitas, serta peluang pengembangan usaha sesuai potensi wilayah.


Penyelesaian persoalan pertanahan juga harus mengedepankan prinsip keadilan, kehati-hatian, dan kepastian hukum dengan memperhatikan kondisi sosial budaya serta hak-hak masyarakat. Hasil rapat diharapkan menghasilkan program yang terukur, memiliki sasaran jelas, dan memberikan manfaat nyata.


Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen mendukung pelaksanaan reforma agraria melalui koordinasi bersama Kantor Pertanahan dan seluruh anggota gugus tugas. Dengan memperkuat kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral, reforma agraria diharapkan mampu mewujudkan penataan pertanahan yang berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Adv Prokopim Malinau 

Pemkab Malinau Dukung Kesetaraan dan Keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam Kegiatan Daerah

Pengukuhan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan peluncuran Gema Berbisik. (Foto: Prokompim).


MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau berkomitmen mendukung pemenuhan hak serta meningkatkan keterlibatan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan dan program pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., saat diwawancarai usai menghadiri acara Pengukuhan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan peluncuran Gema Berbisik, Kamis (5/11/2026) pagi.

Bupati Wempi mengatakan, penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Malinau yang memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan warga lainnya. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan serta membuka ruang keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara PPDI dan pemerintah daerah perlu terus dijaga agar aspirasi penyandang disabilitas dapat tersampaikan dengan baik. Selain itu, keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang interaksi, komunikasi, dan sosialisasi bagi penyandang disabilitas.

Ia juga mengakui bahwa fasilitas umum, sarana prasarana, serta infrastruktur yang ramah disabilitas di Kabupaten Malinau masih perlu ditingkatkan. Namun, pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemenuhan fasilitas tersebut secara bertahap.

Salah satu upaya yang didorong adalah penyediaan penerjemah bahasa isyarat dalam setiap kegiatan pemerintah daerah agar informasi dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"SLB juga ada, dukungan fasilitas terus kita berikan. Kita ingin mereka juga mendapatkan informasi yang sama dengan apa yang pemerintah sampaikan," ujar Wempi.

Pemkab Malinau berharap dukungan dan kerja sama dengan PPDI dapat terus diperkuat sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.


Adv Prokopim Malinau 

HUT ke-27 Malinau, Bupati Wempi Paparkan Capaian Pembangunan dan Dampak Ekonomi Irau

Rapat Paripurna Istimewa ke-I DPRD Kabupaten Malinau. (Foto: Prokompim).


MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., didampingi Wakil Bupati Jakaria, S.E., M.Si., menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-I DPRD Kabupaten Malinau Masa Sidang III Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malinau, Senin (6/11/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Wempi memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 yang mencapai 75,21 poin.

Selain itu, angka kemiskinan di Kabupaten Malinau mengalami penurunan dari 5,56 persen pada 2025 menjadi 4,92 persen pada 2026. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nonbatubara tercatat sebesar 7,35 persen pada 2025.

Wempi juga menyoroti dampak positif penyelenggaraan Festival Budaya Irau ke-12 terhadap perekonomian masyarakat. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Politeknik Kabupaten Malinau pada 13–24 Oktober 2026, kegiatan tersebut diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6,58 persen.

Dampak ekonomi tersebut terlihat dari perputaran uang yang mencapai Rp7,82 miliar dengan estimasi jumlah pengunjung sebanyak 30.488 orang.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun penguatan ekonomi lokal.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau terus menjalankan berbagai program prioritas, di antaranya Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, Milenial Mandiri, Petani Sehat, dan RT Bersih.

Pada momentum peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi, menjaga persatuan dan toleransi, serta meningkatkan semangat berkarya dan berinovasi.

Ia berharap kebersamaan seluruh pihak dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Malinau yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Bupati Malinau Sambut Kunjungan Kerja Kapolda Kaltara, Perkuat Sinergi Keamanan

kunjungan Kapolda Kaltara. (Foto: Prokompim).


MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Malinau, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyambut kunjungan kerja Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara), Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., beserta jajaran di Kantor Bupati Malinau, Senin (6/11/2026) sore.


Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Kaltara yang baru tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Malinau dan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.


Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antarlembaga sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendukung kelancaran pembangunan daerah.


Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan hubungan kerja sama yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga tercipta koordinasi yang semakin solid antara pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh unsur Forkopimda.


Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif serta mendukung pelaksanaan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malinau. (Tim).

Kamis, 05 November 2026

Bupati Wempi Ajak Masyarakat Malinau Perhatikan Kesehatan dan Gizi Anak Sejak Dini

 

Aksi Timbang Serentak di Posyandu Teratai. (Foto: Prokompim).

Malinau – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Menurutnya, tanggung jawab menjaga kesehatan anak bukan hanya berada pada ibu, tetapi juga ayah, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.


Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Aksi Timbang Serentak di Posyandu Teratai, Desa Salap, Selasa (3/11/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, kader PKK, kader Posyandu, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, Aksi Timbang Serentak dilaksanakan secara bersamaan di 133 Posyandu yang ada di desa, Kabupaten Malinau.


Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak dapat dipantau dengan baik.


“Kita harapkan gerakan ini terus konsisten dilakukan dan menyasar seluruh anak di Kabupaten Malinau. Ini merupakan gerakan bersama, sehingga dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.


Selain pentingnya pemantauan kesehatan, Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di Kabupaten Malinau sebagai sumber pemenuhan gizi keluarga.


Menurutnya, Malinau memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan. Berbagai bahan pangan seperti ikan, daging, serta sayur-mayur mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.


“Kalau berbicara soal gizi, kekuatan kita di daerah pedalaman dan perbatasan adalah sumber daya alam yang luar biasa. Ikan, daging, dan sayur-mayur tersedia. Ini yang perlu kita dorong, bagaimana masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Melalui kegiatan Aksi Timbang Serentak dan pemanfaatan pangan lokal, Bupati berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi keluarga semakin meningkat.


Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan tumbuh kembang anak di Kabupaten Malinau dapat terpantau dengan baik sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

 

Adv prokopim malinau

DBD dan Chikungunya Mengintai, Dinkes Sekadau Ajak Warga Gencarkan 3M Plus

 

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius. (Foto:ist).

SEKADAU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau mengajak masyarakat menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.


Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, mengatakan upaya pencegahan perlu ditingkatkan, terutama saat memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit.


Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.


“Kita melakukan 3M Plus. Kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk,” kata Henry. Kamis (5/11/2026).


Dinkes Sekadau mencatat terdapat 23 pasien yang dirawat akibat DBD sepanjang Maret-Oktober 2026. Sebagian besar pasien merupakan anak-anak.


Ia menjelaskan, selain DBD, masyarakat juga perlu mewaspadai chikungunya yang penularannya juga melalui gigitan nyamuk. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara rutin, baik di lingkungan rumah maupun tempat umum.


Henry menyebutkan, Dinkes PP dan KB Sekadau juga telah menyiapkan bubuk abate yang dapat diperoleh masyarakat melalui puskesmas untuk membantu mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk di tempat penampungan air.


“Di puskesmas ada abate. Masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai salah satu upaya pencegahan. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk harus terus dilakukan,” tuturnya. (Tim).

Rabu, 04 November 2026

PU Fraksi DPRD Terhadap Nota Pengantar RAPBD

Rapat Paripurna DPRD.(Foto:ist).

Sekadau, wartacyber.com – Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sekadau menyampaikan Pemandangan Umum (PU) terhadap Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Kantor DPRD Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (4/11/2026).


Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Mohammad Isa, Ketua DPRD Sekadau Hermanto beserta anggota DPRD, Plh Sekretaris DPRD Handayani, serta kepala SKPD dan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau.


Salah satu fraksi yang menyampaikan pandangan kritis adalah Fraksi PDI Perjuangan. Melalui Sekretaris Fraksi, Selpanus Usel, fraksi tersebut menilai postur APBD Sekadau 2027 masih menghadapi persoalan serius, terutama terkait keberpihakan anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.


Usel menyebut, APBD 2027 berpotensi lebih banyak terserap untuk membiayai rutinitas birokrasi dibandingkan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di desa-desa.


Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kondisi kawasan pasar sayur lokal yang aktivitas pedagangnya telah meluas hingga menggunakan badan jalan umum. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan, mengganggu mobilitas masyarakat, serta mengurangi ketertiban dan keindahan kawasan.


Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara konkret untuk penataan pasar, relokasi pedagang kaki lima (PKL), penertiban zonasi, serta optimalisasi kapasitas los pasar yang tersedia.


Selain persoalan pasar, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti ketergantungan Kabupaten Sekadau terhadap dana transfer pemerintah pusat.


Berdasarkan postur pendapatan dalam RAPBD 2027, pendapatan transfer tercatat sebesar Rp696,32 miliar atau sekitar 84,92 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp112,60 miliar atau 13,73 persen dari total pendapatan daerah.


Menurut Usel, pemerintah daerah perlu memiliki peta jalan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan potensial.


"Eksekutif tidak boleh lagi menggunakan metode proyeksi pasif, melainkan harus proaktif memetakan potensi yang ada, baik sektor niaga maupun perkebunan korporasi besar yang selama ini belum tergali maksimal," kata Usel.


Ia menilai inventarisasi dan pemutakhiran data potensi PAD perlu dilakukan secara komprehensif agar kebocoran pendapatan daerah dapat dicegah dan keberlanjutan program pelayanan masyarakat tetap terjaga.


Dalam bidang infrastruktur, Fraksi PDI Perjuangan secara khusus meminta pemerintah memperhatikan kondisi jalan dari KM 23 Dusun Emperarak, Desa Nanga Pemubuh, menuju Desa Tapang Perodah sepanjang kurang lebih lima kilometer.


Menurut Usel, kondisi jalan tersebut masih berlumpur ketika musim hujan sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat. Perbaikan akses jalan dinilai penting untuk mendukung perekonomian desa, memperlancar akses pendidikan, serta memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan di puskesmas.


Fraksi PDI Perjuangan juga mempertanyakan keterbukaan rincian belanja pegawai dalam dokumen RAPBD 2027. Dari total belanja pegawai sebesar Rp434,49 miliar, menurut mereka, diperlukan penjelasan lebih terperinci mengenai alokasi anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada masing-masing perangkat daerah.


Usel menilai transparansi tersebut diperlukan untuk mengetahui ruang fiskal yang tersedia, termasuk peluang mengoptimalkan anggaran pembangunan infrastruktur setelah memperhitungkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.


Sorotan lainnya berkaitan dengan rencana penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp5,5 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar.


Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan prioritas kebijakan tersebut di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah dan masih banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan.


"Mengapa di saat jalan-jalan produksi di desa-desa terisolir terancam tidak diperbaiki akibat efisiensi, eksekutif justru mendahulukan investasi perbankan. Investasi ini memang menghasilkan dividen, namun sifatnya jangka panjang, sedangkan krisis kelayakan infrastruktur dasar di desa-desa saat ini membutuhkan penanganan yang mendesak," tambahnya.


Atas pertimbangan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan agar penyertaan modal sebesar Rp5,5 miliar tersebut dirasionalisasi atau ditunda. Anggarannya diharapkan dapat dialihkan untuk memperkuat belanja pelayanan dasar masyarakat desa yang terdampak penurunan transfer pusat.


Sementara itu, Bupati Sekadau Aron dalam penyampaian Nota Pengantar RAPBD 2027 sebelumnya menjelaskan bahwa tahun anggaran 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sekadau 2025–2029 dengan visi Sekadau yang Unggul, Sejahtera dan Bermartabat.


Aron menyampaikan, APBD Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2027 diperkirakan sebesar Rp819,99 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan APBD 2026 yang disebutkan sebesar Rp839,14 miliar.


Adapun PAD ditargetkan sebesar Rp112,60 miliar atau 13,73 persen dari total pendapatan daerah.


"Alokasi anggaran APBD tidak lagi dibagi secara rata berdasarkan pertimbangan pemerataan antar-perangkat daerah atau sekadar mengacu pada alokasi tahun sebelumnya, tetapi penganggaran yang fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Aron.


Pemandangan umum fraksi-fraksi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pembahasan RAPBD 2027 antara DPRD dan pemerintah daerah sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah. (Tim).

Selasa, 03 November 2026

DPKP Sekadau Edukasi Warga Sungai Ringin Cara Cegah Kebakaran

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Masyarakat.


SEKADAU - Masyarakat Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, dibekali pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran. Edukasi ini diberikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di lingkungan rumah tangga.


Kegiatan tersebut dikemas melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Masyarakat yang digelar Dinas Pemadam dan Penyelamatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau di Gedung KDMP, Desa Sungai Ringin, Selasa, 3 November 2026.


Sekretaris Desa Sungai Ringin, Akhmal Setiadi Musran, yang hadir mewakili kepala desa, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini penting agar masyarakat memiliki pemahaman mengenai langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.


"Kami dari Pemerintah Desa Sungai Ringin sangat mengapresiasi sosialisasi yang diberikan Dinas Pemadam dan Penyelamatan Pemda Sekadau," ujar Akhmal.


Dalam kegiatan itu, warga diberikan pemahaman mengenai sejumlah penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga. Di antaranya korsleting listrik, kebocoran tabung gas, penggunaan kompor yang tidak aman hingga kelalaian manusia.


Selain mengenali sumber bahaya, peserta juga mendapatkan materi mengenai tindakan awal yang perlu dilakukan ketika kebakaran terjadi. Salah satunya adalah penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai dengan jenis kebakaran.


Materi sosialisasi turut membahas mitigasi dan prosedur evakuasi saat kondisi darurat. Masyarakat diajak mengenali jalur penyelamatan, menentukan titik kumpul, serta memahami cara menyelamatkan diri ketika lingkungan dipenuhi asap tebal.


Akhmal juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara masyarakat dengan petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, laporan yang disampaikan dengan cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api semakin membesar.


"Edukasi ini sangat bermanfaat sekali. Mudah-mudahan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko kebakaran dan dampaknya dapat ditekan," tukasnya. (Tim).

Minggu, 01 November 2026

Keluarga Pelapor Cabut Laporan Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di Sekadau


Konferensi Pers. (Foto:ist).


Sekadau, wartacyber.com – Keluarga pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, resmi mengajukan pencabutan laporan polisi terhadap seorang pria berinisial AH (50) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.


Pencabutan laporan tersebut tertuang dalam surat terkait Laporan Polisi Nomor LP/B54/VII/2026/SPKT/POLRES SEKADAU/POLDA KALBAR tanggal 3 Agustus 2026 di Polres Sekadau.


Keputusan tersebut dilakukan setelah pihak keluarga dan pihak tersangka mencapai kesepakatan perdamaian pada 16 Agustus 2026. Dalam dokumen tersebut, keluarga pelapor juga menyatakan telah memberikan pemaafan kepada pihak yang bersangkutan.


Kuasa hukum dari Lawyer Muda Kalbar, Rusliyadi, mengatakan pihaknya telah resmi mendampingi keluarga dalam proses pencabutan laporan tersebut.


"Hari ini kami resmi mendampingi keluarga untuk melakukan pencabutan laporan polisi yang sudah bergulir beberapa bulan terakhir," ujar Rusliyadi kepada Awak Media Minggu (1/11/2026).


Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, awalnya mereka mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak. Namun, keluarga mengaku mengalami kebingungan setelah mendapat penjelasan bahwa rekam medis tidak dapat diberikan secara langsung dan harus diminta melalui kepolisian.


Menurut Rusliyadi, kondisi tersebut kemudian membuat keluarga mengambil langkah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.


Ia menambahkan, keputusan pencabutan laporan telah melalui pembahasan bersama keluarga dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak, terutama agar dapat kembali fokus menjalani pendidikan dan memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.


"Kami tidak ingin anak yang sedang bertumbuh justru terbebani oleh konflik orang dewasa. Kepentingan terbaik anak harus menjadi perhatian utama," katanya.


Rusliyadi juga berharap anak dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang serta memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar.


Meski telah ada kesepakatan perdamaian dan pencabutan laporan, perkembangan serta kelanjutan penanganan perkara tetap perlu mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.


Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Sekadau mengenai status penanganan perkara setelah adanya pencabutan laporan tersebut. (Tim).


Golkar Sekadau Gelar Musda VI, Fokus Perkuat Kebersamaan dan Konsolidasi

Musda Partai Golkar. (Foto:ist).


Sekadau, Wartacyber.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sekadau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI di Aula Penanjung Island, Kabupaten Sekadau, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Partai Golkar untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta melakukan konsolidasi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan dan perkembangan partai ke depan.

Ketua Panitia Pelaksana, Zainal, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap Musda VI dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh kader Golkar di Kabupaten Sekadau.

"Saya berharap Musda VI ini dapat menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi kita serta memperkuat kebersamaan keluarga besar Partai Golkar di Kabupaten Sekadau," ujar Zainal.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Sekadau, Fransiskus Ason, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menghadiri pelaksanaan Musda tersebut.

Ia berharap Musda VI dapat melahirkan semangat persatuan serta membawa kemajuan bagi Partai Golkar di Kabupaten Sekadau.

Mewakili Bupati Sekadau, Hermansyah menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda VI Partai Golkar. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan demokratis serta menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, Musda merupakan momentum penting bagi sebuah organisasi untuk mengevaluasi perjalanan dan perkembangan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat konsolidasi internal.

Pemerintah daerah juga berharap Partai Golkar terus mengutamakan kepentingan bersama. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai pemimpin diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sekadau.

"Terima kasih juga kepada Partai Golkar yang selama ini telah bergandeng tangan dan memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Sekadau," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Ichfany, mengatakan kehadirannya bersama jajaran kader merupakan bentuk perhatian terhadap perkembangan Partai Golkar di Kabupaten Sekadau.

Ia menegaskan bahwa Musda VI tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum untuk merealisasikan komitmen bersama dalam membesarkan partai.

Menurutnya, berbagai komitmen yang disampaikan dalam Musda harus diwujudkan melalui kerja nyata dan peningkatan kinerja organisasi.

"Saya berharap ke depannya Partai Golkar dapat melakukan peningkatan yang lebih baik. Saya juga berharap Partai Golkar Kabupaten Sekadau bisa semakin solid, memperkuat persatuan antarkader, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," pungkasnya.

Melalui Musda VI ini, diharapkan konsolidasi internal Partai Golkar Kabupaten Sekadau semakin kuat dan mampu mempererat kebersamaan seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi ke depan.


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda