Keluarga Pelapor Cabut Laporan Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di Sekadau
![]() |
| Konferensi Pers. (Foto:ist). |
Sekadau, wartacyber.com – Keluarga pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, resmi mengajukan pencabutan laporan polisi terhadap seorang pria berinisial AH (50) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pencabutan laporan tersebut tertuang dalam surat terkait Laporan Polisi Nomor LP/B54/VII/2026/SPKT/POLRES SEKADAU/POLDA KALBAR tanggal 3 Agustus 2026 di Polres Sekadau.
Keputusan tersebut dilakukan setelah pihak keluarga dan pihak tersangka mencapai kesepakatan perdamaian pada 16 Agustus 2026. Dalam dokumen tersebut, keluarga pelapor juga menyatakan telah memberikan pemaafan kepada pihak yang bersangkutan.
Kuasa hukum dari Lawyer Muda Kalbar, Rusliyadi, mengatakan pihaknya telah resmi mendampingi keluarga dalam proses pencabutan laporan tersebut.
"Hari ini kami resmi mendampingi keluarga untuk melakukan pencabutan laporan polisi yang sudah bergulir beberapa bulan terakhir," ujar Rusliyadi kepada Awak Media Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, awalnya mereka mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak. Namun, keluarga mengaku mengalami kebingungan setelah mendapat penjelasan bahwa rekam medis tidak dapat diberikan secara langsung dan harus diminta melalui kepolisian.
Menurut Rusliyadi, kondisi tersebut kemudian membuat keluarga mengambil langkah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.
Ia menambahkan, keputusan pencabutan laporan telah melalui pembahasan bersama keluarga dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak, terutama agar dapat kembali fokus menjalani pendidikan dan memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
"Kami tidak ingin anak yang sedang bertumbuh justru terbebani oleh konflik orang dewasa. Kepentingan terbaik anak harus menjadi perhatian utama," katanya.
Rusliyadi juga berharap anak dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang serta memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar.
Meski telah ada kesepakatan perdamaian dan pencabutan laporan, perkembangan serta kelanjutan penanganan perkara tetap perlu mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Sekadau mengenai status penanganan perkara setelah adanya pencabutan laporan tersebut. (Tim).










