WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Rabu, 22 April 2026

DPRD Kaltara Soroti Sosialisasi SPMB, Tekankan Pemerataan Informasi

Sosialisasi SPMB.

TANJUNG SELOR - Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, SH., MH., bersama Sekretaris Komisi IV, Ruman Tumbo, SH., pada kegiatan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Benuanta, Gedung Gabungan Dinas II, Senin (20/4/26), ini menjadi bagian penting dalam tahapan implementasi sistem baru penerimaan peserta didik di jenjang SMA, SMK, dan SLB.


Sosialisasi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Sekretariat Daerah ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme dan kebijakan terbaru dalam sistem SPMB, yang kini menggantikan skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).


Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Datu Iqro Ramadhan, menjelaskan bahwa SPMB dirancang untuk menghadirkan proses seleksi yang lebih terbuka, adil, dan merata bagi seluruh calon peserta didik.


Namun demikian, DPRD Kaltara memberikan catatan penting. Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, menyoroti perlunya penguatan sosialisasi, khususnya di wilayah perbatasan seperti Nunukan. la menilai masih banyak masyarakat yang belum terjangkau informasi secara optimal, terutama melalui media sosial.


"Perlu ada langkah konkret agar informasi ini benar-benar sampai ke masyarakat, terutama di daerah yang akses informasinya masih terbatas," ujarnya.


Senada dengan itu, Ruman Tumbo menekankan pentingnya distribusi Informasi yang merata, khususnya di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Tarakan. la menilai, penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat akan mendorong terciptanya persaingan yang sehat di kalangan calon peserta didik.


"Kita ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama, sehingga sosialisasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.


Melalui kegiatan ini, DPRD Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Implementasi kebijakan pendidikan agar berjalan transparan, inklusif, dan berkeadilan, sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses informasi pendidikan. (SA).

Momentum HKG PKK, Sekda Dorong Penguatan Pemberdayaan Perempuan dan Penanganan Stunting

Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., 

Malinau – Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, HUT Dekranasda ke-46, dan Hari Kartini 2026, yang digelar di ruang Tebengang, Selasa (21/4/2026).

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Malinau yang dinilai telah menunjukkan kemajuan signifikan dari tahun ke tahun.

“Ini tidak terlepas dari peran pemimpin. Tidak berlebihan jika hari ini kita memberikan apresiasi kepada Ketua PKK dan Ketua Dekranasda sebagai representasi Kartini-Kartini Malinau,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peringatan tiga momentum besar ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sekda juga menyampaikan ucapan selamat HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranasda ke-46, seraya berharap kedua organisasi tersebut semakin maju dan terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyoroti isu stunting yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Malinau. Berdasarkan hasil evaluasi, masih terdapat desa dengan angka stunting di atas 25 persen, bahkan ada yang mencapai 80 persen.

Menurutnya, penanganan stunting harus difokuskan pada akar permasalahan, terutama pada faktor spesifik seperti kesehatan ibu dan anak, serta edukasi gizi sejak dini.

“Selama ini kita lebih banyak pada intervensi sensitif, padahal penyebab utama ada pada intervensi spesifik. Kuncinya adalah edukasi yang baik kepada ibu dan keluarga,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk lebih aktif berperan dalam penanganan stunting, termasuk mendorong alokasi anggaran di tingkat RT dan desa untuk program tersebut.

Selain itu, Sekda menyoroti pentingnya peran Dekranasda dalam mengembangkan potensi kerajinan lokal. Ia berharap produk-produk daerah Malinau mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat global.

“Kita punya potensi luar biasa, baik dari bahan baku maupun keterampilan masyarakat. Ini harus terus didorong agar memiliki daya saing,” katanya.

Dalam momentum Hari Kartini, Sekda mengingatkan kembali semangat perjuangan perempuan Indonesia untuk meraih kesetaraan dan kemajuan. Ia mengajak perempuan Malinau untuk menjadi sosok yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing.

“Semangat Kartini harus terus hidup. Jangan biarkan keterbatasan menjadi penghalang untuk berkarya dan berkontribusi,” pesannya.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, Dekranasda, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Malinau yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (SA).

Kolaborasi CSR, Gubernur Ajak Perusahaan Bangun Kaltara

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.

JAKARTA – Percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan melibatkan kontribusi aktif perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Gubernur Kaltara Bersama Para Pemimpin Perusahaan yang digelar di Lumire Hotel, Jakarta, Senin (20/4). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kaltara.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah dan dunia usaha punya tujuan yang sama, yaitu membangun Kalimantan Utara yang lebih maju dan berkembang,” kata Zainal.

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat, khususnya perbaikan jalan, perlu segera ditangani karena berdampak luas terhadap distribusi hasil bumi dan pemenuhan kebutuhan pokok.

Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian di antaranya Tanjung Selor – Tanah Kuning yang kondisinya cukup parah, serta jalur Gunung Seriang menuju Kecamatan Peso yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah hulu Sungai Kayan.

Selain itu, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan juga menjadi perhatian, sebagaimana disampaikan oleh kepala daerah masing-masing.

Zainal mengajak seluruh pimpinan perusahaan untuk berkomitmen dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung pembangunan daerah.

“Melihat kondisi tersebut, selain kita bersilaturahmi, saya mengajak pimpinan perusahaan untuk berdiskusi, berkomitmen, berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing kepada masyarakat Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pajak daerah serta menempatkan modal pada bank yang beroperasi di Kaltara.

Dalam forum itu, masing-masing perwakilan sektor usaha seperti perkebunan, pertambangan dan kehutanan menyampaikan program CSR yang telah berjalan. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.

Diskusi yang dipandu oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Dr. Bustan, SE., M.Si., itu menjadi ruang terbuka untuk menyatukan gagasan dan rencana ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara berencana membentuk Forum CSR tingkat provinsi. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang lebih terarah dalam mendukung pembangunan, terutama pada sektor layanan dasar masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., serta Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos., dan Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, S. Pd., bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pertemuan ini kemudian ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama. Sebanyak 41 pimpinan perusahaan, bersama unsur pemerintah daerah dan DPRD, menyatakan komitmen mereka untuk ikut serta membangun Kaltara. (dkisp)

Beredar Isu Siap Maju PCNU Sekadau. Irul: Saya Siap!


Sekadau Kalbar - Digadang-gadang maju menjadi calon ketua PCNU kabupaten Sekadau di usia muda, Khoirul Muslimin mengaku Inisiatif sendiri.

Hal itu disampaikan Khoirul Muslimin saat dihubungi media ini via pesan WhatsApp-nya Rabu 22 April 2026. Pria yang akrab disapa bang ustad ini tidak menepis kabar beredar, Irul justru mengatakan bahwa dirinya berinisiatif maju sebagai calon ketua PCNU Periode 2026-2031 merupakan inisiatif sendiri 

"Ya bang (emoj senyum, red)," membenarkan pertanyaan media ini terkait isu dirinya siap maju.

"Saya ini santri bang, sebelum nyantri saya juga merupakan anggota Banser," sambungnya 

Banser sendiri merupakan badan otonom dari organisasi Gerakan Pemuda Ansor sayap organisasi Nahdlatul Ulama.

Seperti dilansir dari berbagai sumber yang kredibel, Khoirul Muslimin juga aktif mengisi berbagai pengajian di Sekadau. Meski diusia muda Irul mempunyai banyak jamaah fanatik dan militan.

Irul juga merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Ia merupakan putra dari salah satu tokoh NU di Belitang, alm ayahnya juga pernah menjabat kepala desa. 

Hal itu cukup menguatkan bahwa seorang Khoirul Muslimin memiliki jiwa pemimpin ditambah lagi ilmu agama yang mumpuni selama ia mengenyam pendidikan di pesantren.

Hal itupula memotivasi Irul, berani pasang badan maju pada konferensi tingkat cabang kabupaten NU di Sekadau. (Tim)

Selasa, 21 April 2026

Pangdam XII/Tpr Hadiri Syukuran HUT ke-80 Persit KCK

Syukuran HUT Persit.

Kubu Raya – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, Selasa (21/4/2026).


​Peringatan hari jadi organisasi istri prajurit TNI AD kali ini mengusung tema sentral: “80 Tahun Persit Kartika Chandra Kirana Berkarya”. Acara syukuran ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Kodam XII/Tpr serta pengurus Persit KCK PD XII/Tanjungpura.


​Dalam sambutannya, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota Persit KCK PD XII/Tanjungpura. Ia menegaskan bahwa kesetiaan istri dalam mendampingi suami bertugas adalah pilar kekuatan utama prajurit.


​"Dirgahayu Persit. Terima kasih atas pengabdian dan sumbangsihnya terhadap organisasi selama ini, sehingga Persit tetap memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat di wilayah Kodam XII/Tpr," ujar Pangdam.


​Lebih lanjut, Jenderal bintang dua tersebut berharap momentum usia ke-80 ini menjadi ajang refleksi bagi anggota Persit untuk menjalankan peran ganda mereka dengan penuh tanggung jawab. Sebagai istri prajurit, Persit diharapkan mampu memberikan kontribusi positif yang selaras bagi keluarga, organisasi, hingga bangsa dan negara.


​Pangdam juga menitipkan pesan menyentuh agar para anggota Persit tidak lelah dalam memberikan yang terbaik di berbagai lini kehidupan.


​"Teruslah berkarya, teruslah menjadi pendamping terbaik bagi para suami serta pendidik terhebat bagi putra-putri. Jadilah organisasi yang senantiasa menebar manfaat bagi masyarakat di mana pun kita berada," pungkas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito. (Pendam XII/Tpr)

Bejat!!! Ayah Kandung Tega Cabuli Anaknya

Tersangka saat diamankan.

SEKADAU, Polda Kalbar - Kepolisian Resor (Polres) Sekadau mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Seorang pria berinisial RY (42) telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Korban diketahui merupakan anak kandungnya sendiri.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono membenarkan penanganan perkara tersebut. Tersangka RY diamankan oleh tim Satreskrim Polres Sekadau pada Selasa (14/4/2026) malam di lokasi persembunyiannya.

"Benar, jajaran Satreskrim Polres Sekadau telah mengamankan terduga pelaku di Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Penangkapan dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan personel Polsek Kapuas, Polres Sanggau," ujar AKP Triyono dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Kronologi Pengungkapan

Kasus ini mulai menemui titik terang setelah korban melakukan pemeriksaan kesehatan di Poskesdes setempat pada Rabu (8/4). Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul kondisi korban yang dilaporkan tidak mengalami siklus menstruasi selama tiga bulan terakhir. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diketahui tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar 11 hingga 12 minggu.

Pihak tenaga kesehatan segera melakukan langkah persuasif hingga akhirnya korban memberikan keterangan terkait peristiwa yang dialaminya, bahwa dirinya diduga mengalami tindak kekerasan seksual oleh ayah kandungnya sendir. Informasi ini kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan pihak keluarga sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke SPKT Polres Sekadau.

Upaya Pengejaran Tersangka

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Sekadau segera melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap keberadaan tersangka. Petugas kemudian memperoleh informasi bahwa tersangka berada di area perkebunan wilayah Kabupaten Sanggau.

"Tim menempuh perjalanan menggunakan sarana transportasi air atau speedboat selama kurang lebih satu jam untuk menjangkau lokasi tersangka. RY akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan di sebuah pondok tempatnya beristirahat," jelas AKP Triyono.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya. Polisi juga mendalami dugaan bahwa tindak pidana tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Berdasarkan keterangan awal, tersangka mengakui bahwa perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Adapun peristiwa terakhir terjadi pada Rabu, 8 April 2026, di dalam rumah saat kondisi sedang kosong. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami dalam proses penyidikan dan penanganan perkara," tegasnya.

Perlindungan dan Pendampingan Korban

Lebih lanjut, AKP Triyono menjelaskan bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis korban. Hal ini mengingat pada tahun 2023 korban juga pernah mengalami peristiwa yang sama, melibatkan anggota keluarga lainnya, dan pelaku dalam perkara tersebut saat ini masih menjalani proses hukuman di Rutan Sanggau.

"Korban dipastikan mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta pemulihan trauma secara optimal. Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau untuk mendukung proses tersebut. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tahap penyidikan hingga proses persidangan," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 473 ayat (4) juncto Pasal 473 ayat (9) juncto Pasal 473 ayat (1) atau Pasal 473 ayat (2) huruf b dan/atau Pasal 415 huruf b atau Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia tentang Penyesuaian Pidana.

AKP Triyono mengungkapkan, sejak Januari hingga April 2026, Unit PPA Satreskrim Polres Sekadau telah menangani 7 (Tujuh)  kasus pencabulan dan kekerasan seksual, dengan mayoritas korban merupakan anak di bawah umur. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan lingkungan, terutama terhadap kasus yang melibatkan orang terdekat maupun relasi yang dibangun melalui media sosial.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Senin, 20 April 2026

Flobamora NTT Ramaikan Pawai Budaya Naik Dango Ke-3

Pawai Budaya.

Pontianak – Perhelatan Display Budaya Naik Dango ke-3 yang digelar oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak berlangsung meriah dan penuh warna, Senin (20/4/2026).

 Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menempuh rute sepanjang 7 kilometer dengan titik start di Rumah Betang Sutoyo dan finis di Rumah Radakng Pontianak.


Ribuan peserta dari DAD 6 Kecamatan se Kota Pontoanak turut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut. Mereka menampilkan ragam seni tradisional, busana adat, hingga pertunjukan tarian daerah dan kendaraan hias yang memperkaya khazanah budaya Kota Pontianak.



Salah satu peserta yang ikut memeriahkan kegiatan ini adalah Pemuda Flobamora NTT Kota Pontianak. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya semangat persatuan lintas etnis dalam momentum budaya tahunan tersebut.


Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana, menilai kegiatan Display Budaya Naik Dango memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Ia menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara toleransi antar suku di Kota Pontianak.


“Untuk itulah pemuda Flobamora ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat melaksanakan Naik Dango ke-3 tahun 2026, semoga acara berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.




Sementara itu, Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan komunitasnya dalam ajang budaya tersebut.


“Saya mewakili teman-teman Pemuda Flobamora Pontianak sangat senang dan bangga karena tahun ini bisa menjadi bagian dari pelaksanaan display budaya Naik Dango yang ketiga,” katanya.


Ia menjelaskan, kontribusi yang diberikan berupa penampilan tarian serta penggunaan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata dalam memperkaya keberagaman budaya di Kota Pontianak.


“Harapan kami, penampilan budaya seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan ke depan bisa lebih besar lagi. Ini menjadi ruang untuk mengeratkan dan mempersatukan persaudaraan lintas budaya. Kami juga berharap kehadiran kami dapat memberikan warna yang menguatkan nilai-nilai keberagaman di Kota Pontianak,” tambahnya.


Kegiatan Display Budaya Naik Dango ke-3 ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan lintas etnis yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman di Kota Pontianak. (Ms).

Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda